Banyak Anggota Geng Motor Konsumsi Somadril, Dinkes Sidak di Apotik

oleh -469 views

images(20)-1-1Makassar– Tindakan kekerasan yang dilakukan Geng motor saat melakukan aksinya disinyalir mengkonsumsii jenis obat daftar G (Somadril) yang dengan mudah dapat dibeli disejumlah Apotik di Kota Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Naisyah Tun Azikin, mengatakan, pihaknya membentuk Lima tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), TNI dan Polri, melakukan Inspeksi mendadak (sidak) secara serentak terhadap 42 Apotik yang dinilai bermasalah.

“Kita punya daftar beberapa apotik yang dicurigai bermasalah, tapi tidak bisa disebutkan Apotik mana saja, karena tim tengah turun serentak, jangan sampai informasi ini bocor” Kata Naisyah, saat memimpin sidak di Apotik Obat Sehat.Com, Jalan Gunung Merapi No. 214, Rabu, (24/ 9/2014).

Di Apotik tersebut Tim menemukan sejumlah pelanggaran, diantaranya pihak Apotik tidak mampu menunjukkan surat izin, bukti transaksi penjualan obat melalui resep dokter terakhir pada bulan Juli lalu,

Lemari penyimpanan obat daftar G ini tidak disimpan dilemari khusus dan bercampur dengan obat lainnya.

“Harusnya obat narkotika dan psikotropika itu punya lemari khusus yang terkunci, tidak boleh diperjual belikan secara bebas karena pakai resep dokter dan kunci lemari harus dipegang oleh Apoteker” katanya.

Selain itu, tidak ada Apoteker yang bertugas, namun hanya ada dua pendamping Apoteker secara bebas melakukan transaksi penjualan obat.

Saat ditanya, salah satu penjaga Apotik mengaku, pemilik Apotik sedang keluar kota dan surat Izin apotik ikut dibawah serta.

Menurutnya, Surat izinnya ada sama pemilik apotik, “Saya tidak tahu menahu ini, baru Apotekernya baru pulang juga,” jelas salah seorang penjaga apotik tersebut.

Sekitar satu jam melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah obat dan daftar G, transaksi penjualan, Tim akhirnya memutuskan untuk menutup sementara Apotik tersebut.

“Banyak pelanggarannya ini Apotik yang utama karena tidak ada izinnya, makanya kami tutup, selain itu bukti transaksi obat melalui resep dokter terakhir pada bulan Enam lalu, jadi selama Tiga bulan terakhir kemungkinan apotik ini menjual obat tanpa resep dokter,” kata Naisyah.

Ketua IAI Makassar, Salman, mengatakan, perlu ada ketegasan untuk tidak memberikan ruang terhadap pengusaha Apotik yang seenaknya menjual obat tanpa mengikuti aturan yang berlaku. Minimnya jumlah Apoteker dan pendampingnya yang dipekerjakan, menjadi salah satu masalah dalam peredaran obat tanpa pengawasan.

Pendamping Apoteker yang tidak mendapat pendidikan layak, tentunya akan sangat berbahaya jika dipekerjakan di Apotik. Karena, peredaran obat keras yang seharusnya menggunakan resep dokter bisa diperjual belikan secara bebas.

“Apoteker itu telah di beri pendidikan dan etika yang tahu persis prosedur penjualan obat, mana yang bebas dan mana yang harus menggunakan resep dokter, jika tidak maka obat keras ini akan mudah beredar bebas di Masyarakat” ungkap Evin.

Sejumlah obat seperti Dextromrthorphan,
Tramadol hcl, Somadril, Trihexyphenidyl adalah beberapa obat yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menghilangkan kesadaran dan kontrol bagi penggunanya sehingga dapat memicu tindakan kekerasan.

Setelah itu, Tim kemudian bertolak ke Apotik Sejati Farma, Jl. Rappocini, Apotik yang telah memiliki nama di kota Makassar ini, mendapat teguran lantaran tempat penyimpanan obat daftar G, tidak memiliki kunci.
Ketika Seksi Farmasi Dinkes, Muh. Irwan, mengaku setelah 42 Apotik yang masuk daftar bermasalah tersebut telah diperiksa, pihaknya tetap akan melakukan sidak lanjutan terhadap seluruh Apotik yang ada di Kota Makassar.

“Nanti akan ada sidak lanjutan, kita akan sasar seluruh apotik diseluruh kecamatan” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Walikota Makassar, Danny Pomanto menginstruksikan kepada dinas kesehatan kota Makassar untuk bertindak Tegas terhadap apotek nakal yang tidak memiliki izin.

” Jadi beri peringatan keras, tutup kalau melanggar. harus keras,harus keras, tidak boleh Ada toleransi, karena ini menyangkut korban jiwa ” tegas Danny saat di konfirmasi di lapangan karebosi, rabu ( 24/9 ).

Danny juga menginstruksikan untuk melakukAn sidak di warnet – warnet, utamanya di jam – jam sekolah.

” Ini juga kita akan pertimbAngkan untuk melarang siswa – siswa sekolah Yang tidak memiliki surat izin mengemudi untuk tidak membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat kesekolah.

Jadi, adi sesuai undang – undang yangg berlaku, ini harus ditegakkan, yang tidak punya membawa kendaraan harus di tindak, kami akan kerjasama dengan aparat kepolisian. makassar betul – betul harus bebas dari geng motor ” tegas Danny .(sak)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.