Bayi penderita gizi buruk hidup berdua bersama neneknya, dikunjungi Bupati Gowa dan Dandim 1409/Gowa

oleh -193 views

PhotoGrid_1458304434474Sungguminasa– Bupati Gowa Adnan Puritha Ichsan YL dan Komandan Kodim Dandim 1409/ Gowa Letkol Inf. Willy Brodus Yos Rohadi mengunjungi rumah salah satu warga penderita Gizi Buruk jumat 18/03/2016, pukul 11.05 wita, di dusun Palangiseng Desa Pallangga Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Nur Ainun, umur (11), yang merupakan anak Firman, (22), Pekerjaan Buruh Harian DanHarmi (22)

Kunjungan ini adalah merupakan respon cepat bupati Gowa dari laporan babinsa koramil 1409-05 Palangga melalui Dandim 1409 Gowa yg pada saat melaksanakan pemantauan wilayah melaksanakan pengecekan langsung terhadap informasi masyarakat dan petugas kesehatan lapangan bhw terdapat bayi menderita gizi buruk di daerah tersebut

Kunjungan Bupati Gowa Adnan Puritha Ichsan YL tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gowa H. Abdr. Rauf Malaganni Karaeng Kio, Ketua DPRD Gowa H. Ansar Saenal Bate, Kadis Kesehatan Pemkab Gowa Dr. Hasanuddin, Dirut RSUD Syeh Yusuf Dr. Salahuddin, Danramil 1409-/Pallangga Kapten Inf. Makmun Kasbari, Kapolsek Pallangga AKP Agus Arfandi SH, disambut oleh Sekcam Pallangga Dra. Kasmah, Kades Pallangga Abd.
Kadir dg Naja dan warga Desa Pallangga sekitar 100 orang.

Dalam kunjungan tersebut Bupati bersama unsur Muspida Gowa meminta kepada keluarga penderita Gizi Buruk tersebut untuk segera di Obati dan dirawat sampai sembuh dan biaya di tanggung sepenuhnya oleh Pemkab. Gowa.

Adapun penyampaian Bupati Gowa Adnan Puritha Ichsan YL dalam kunjungan tersebut yakni meminta kepada keluarga penderita Gizi Buruk tersebut untuk segera di Obati dan dirawat sampai sembuh dan biaya di tanggung sepenuhnya oleh Pemkab. Gowa.

Di ketahui Penderita gizi buruk tersebut tinggal dan diasuh oleh neneknya Nurlia Dg Rannu, (50) , Status janda, kedua orangtua balita penderita Gizi Buruk tersebut tidak ada di tempat karena Berada di Kab. Sidrap, dan hanya sekali sebulan datang menjenguk anaknya.

Balita penderita Gizi Buruk tersebut Tidak pernah mengikuti Posyandu walaupun mendapat panggilan dari pihak Puskesmas.

Orang tua Penderita gizi buruk tersebut awalnya adalah perkawinan sirih/ Kawin Lari, dan semasa kelahiran anaknya, bapak dari balita tersebut tidak pernah melihat kondisi anaknya.

(Bachtiar Barisallang)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.