Home / DAERAH / Begini Cara Pemkab Bone Tanggulangi Banjir yang Merendam Beberapa Wilayahnya

Begini Cara Pemkab Bone Tanggulangi Banjir yang Merendam Beberapa Wilayahnya

BONE– Curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Bone, berdampak pada tingginya debit air yang mengakibatkan di beberapa wilayah daerah itu terendam.

Dampaknya, petani mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, lahan yang sudah di garap dan ditanami berubah seperti lautan dan yang terlihat hanya air keruh berwarna cokelat.

Seperti halnya di wilayah Kecamatan Cenrana, air merendam makam para Raja dan hampir tidak terlihat akibat kerasnya hujan dan bisa mengancam terjadinya resapan tanah sehingga di khawatitkan bisa saja merobohkan makam tersebut.

Selain itu, sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bone seperti kecamatan T. Siattinge, banjir juga merendam dua desa. Yaitu, Desa Lea terendam secara keseluruhan dan desa Sijelling yang terendam satu dusun termasuk sawah yg sudah ditanami padi.

Bupati Bone Ir. H. Andi Bakti Haruni di konfirmasi melaui Via Whatsapp, Kamis (5/07/18) mengatakan, hujan yang mengguyur wilayah Bone yang mengakibatkan terjadinya Banjir di beberapa kecamatan di Bone merupakan peristiwa alam,yang mengakibatkan dampak buruk bagi warga khususnya para petani.

“Petani di beberapa wilayah mengalami kerugian cukup besar karena sawah yang sudah di garap dan ditanami harus merugi karena terendam air,” ucap bupati.

Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Bone merespon cepat dan melakukan tindakan untuk penanggulangan dengan membuka posko siaga, keiikut sertaan dan kesiapan instansi terkait memberi bantuan, memberi himbauan warga waspada terhadap binatang seperti buaya dan ular serta terjangkit penyakit menular. Dan Mempersiapkan dan menyalurkan bantuan semua bantuan bagi warga yang terkena dampak banjir.

“Ada Sekitar 5000 Ha lahan sawah yang benihnya usia sebulan. Ladang jagun kurang lebih 600 ha rusak dan tidak bisa di manfaatkan atau di panen,sementara kerugian materi waraga yang terimbas banjir masih belum di pastikan,” terang Andi Bakti.

Laporan Andi Gusthi

loading...