Begini Suasana Kota Bima Pasca Dilanda 2 Kali Banjir Bandang

oleh -212 views

Indotimnews – Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat masih dalam situasi memprihatinkan, pasca dilanda dua kali banjir bandang, Ribuan orang mengungsi dari rumahnya.
Sejumlah bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Pada umumnya, para pengungsi ini membutuhkan barang-barang pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

Data yang diterima Indotimnews dari Kepala Pelaksana BPBD NTB Muhammad Rum, Senin (26/12), terdapat sepuluh lokasi dapur umum yang tersebar di berbagai lokasi terdampak. Perharinya, dapur umum ini mampu mengolah makanan mulai dari ratusan hingga ribuan.

Berikut lokasi dapur umum banjir Kota Bima pada tanggal 24 Desember 2016:
1. Kantor Wali Kota Bima dengan cakupan layanan produksi sebanyak 5000 Bungkus per hari
2. Kelurahan Penatoi sebanyak 500 bungkus per hari
3. Kodim Bima, cakupan layanannya ke tiap-tiap Kelurahan dengan jumlah produksi sebanyak mungkin
4. Kompi Senapan A, cakupan layanan di sekitar Kelurahan Jatiwangi, Kelurahan Jatibaru dengan kapasitas produksi sebanyak 2000 bungkus per hari
5. Kediaman Wakil Wali Kota Bima, cakupan layanan melingkupi Kelurahan Sadia dengan kapasitas produksi sebanyak 2000 bungkus per hari
6. Kantor PMI Kota Bima, cakupan layanannya melingkupi Kelurahan Rabadompu dengan kapasitas produksi sebanyak 2000 bungkus per hari
7. SD 27 Rabadompu Timur, cakupan layanannya melingkupi Kelurahan Rabadompu Timur dengan kapasitas produksi sebanyak 2000 bungkus per hari
8. SD Oimbo, cakupan layanannya melingkupi Kelurahan Kumbe dengan kapasitas produksi sebanyak 500 bungkus per hari
9. Masjid Oimbo, cakupan layanan sekitar Kelurahan Kumbe dengan kapasitas produksi sebanyak 500 bungkus per hari
10. Pos MDMC Muhamadiyah, cakupan layanannya melingkupi Kelurahan Monggonao, Kelurahan Pane, Kelurahan Na’e dengan kapasitas produksi sebanyak 100 bungkus per hari

Sementara itu, data pengungsi banjir Kota Bima yang sudah masuk hingga hari ini sebanyak 6030 jiwa.

Mereka semua tersebar di 19 lokasi yang berbeda.

Berikut rinciannya:
1. Masjid Baitul Hamid, Kelurahan Penaraga, 900 jiwa
2. Masjid Nurul Iman, Kelurahan Lewirato, 250 jiwa
3. KPN Bima, Kelurahan Lewirato, 250 jiwa
4. Kos Kosan Lewiraro, Kelurahan Lewirato, 50 jiwa
5. Rumah Tingkat SMP1, Kelurahan Lewirato, 250 jiwa
6. Masjid Annoor Monggonao, Kelurahan Monggonao, 700 jiwa
7. SDN 2 Monggonao, Kelurahan Monggonao, 30 jiwa
8. Rumah H. Anas Monggonao, Kelurahan Monggonao, 20 jiwa
9. Masjid Alhuda Karara, Kelurahan Monggonao, 500 jiwa
10. Ruko Dekat KPU Bima, Kelurahan Penatoi, 300 jiwa
11. Masjid Penatoi, Kelurahan Penatoi, 800 jiwa
12. Masjid Alhidayah Sadia, Kelurahan Sadia, 180 jiwa
13. Masjid sultan Salahudin, Kelurahan Paruga, 250 jiwa
14. Masjid Baru Tanjung, Kelurahan Tanjung, 500 jiwa
15. Masjid Padedoang tanjung, Kelurahan Tanjung, 250 jiwa
16. SMP 13 Tanjung, Kelurahan Tanjung, 250 jiwa
17. Masjid Jabal Nur BTN Tolo Tangga, Kelurahan Jatiwangi, 30 jiwa
18. BTN Gudang Pupuk Rumah Ibu Intan Rahmi, Kelurahan Jatiwangi, 20 jiwa
19. SMK 1 Kota Bima, Kelurahan Tanjung, 500 Jiwa
20.Rusunawa Paruga,sekitar 1200 jiwa
Selain itu, terdapat ratusan orang yang luka-luka akibat banjir bandang ini.

Mereka tersebar di enam lokasi pelayanan kesehatan yang berbeda.
Berikut riciannya:
1. Poskes Manggemaci, Kelurahan Manggemaci jumlah yang sudah dilayani 78 orang
2. Poskes Rabangodu Selatan, Kelurahan Rabangodu Selatan jumlah pasien yang sudah dilayani 84 orang
3. Poskes Monggonao, Kelurahan Monggonao jumlah pasien yang sudah dilayani 96 orang
4. Poskes Sadia 2, Kelurahan Sadia dengan jumlah pasien yang sudah dilayani 120 orang
5. Poskes Mande, Kelurahan Mande dengan jumlah pasien 83 orang
6. Poskes Kampung Sumbawa, Kelurahan Tanjung dengan jumlah pasien yang sudah dilayani 34 orang.
“rata-rata penyakit atau keluhan pasien antara lain, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), gatal-gatal, dan beberapa luka akibat sabetan beling dan seng,” pungkas Rum.

Laporan:Israt Bima

loading...
loading...