Benarkah Ada Penjualan SCTK Ranmor Baru tanpa Blangko di Samsat Jeneponto? (bag.1)

oleh -256 views

IMG_20141113_153228-1Jeneponto– Sejumlah pengurus dialer kendaraan bermotor (ranmor) yang hendak melakukan registrasi identifikasi (regiden) kendaraan baru, terkendala dengan kebijakan manajemen kantor tersebut.

Pasalnya, dari pengakuan sejumlah pengurus ranmor baru di daerah ini terkesan dipaksakan membeli Surat Coba Tanda Kendaraan (SCTK) tanpa adanya blangko.

“Kami tetap disuruh bayar SCTK tanpa ada bukti blangko yang diberikan, seperti halnya samsat lainnya yang ada di wilayah ditlantas Polda Sulsel,” ucap salahseorang pengurus showroom yang enggan disebut namanya.

Dikatakan, ia menjadi heran dengan kebijakan tanpa belangko tersebut. Padahal, seluruh samsat yang ada di wilayah Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulsel, setelah membayar otomatis mendapat blangko.

“Kami meminta kejelasan pihak Samsat Jeneponto terkait dengan pembayaran SCTK tanpa blangko, namun tidak ada kejelasan pasti dari pihak Samsat Jeneponto,” tambah pengurus showroom tersebut.

Anehnya lagi, para pengurus dialer maupun showroom diwajibkan membayar SCTK tanpa blangko dengan alasan berkas kendaraan baru tidak akan terproses dan tidak bakal mendapat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Menanggapi hal tersebut, aktivis Gerakan Penyelamat Uang Rakyat (Gempur) menyayangkan kebijakan Samsat Jeneponto, Sulsel, yang mengharuskan membayar SCTK tanpa bukti blangko.

“Jika demikian keadaannya, ini bisa dikategorikan pungutan liar (pungli). Hal itu disebabkan tak ada bukti pembayaran SCTK yang diberikan,” ucap Sekertaris Gempur Andi Iksan, Kamis (13/11/2014).

Selain itu yang dirugikan adalah masyarakat pengguna kendaraan baru di Jeneponto. Masalahnya, mereka tak bisa menggunakan kendaraan barunya tanpa ada SCTK. Bersambung! (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.