Bentrok Kampus UMI: Benarkah Arif Tewas Terjatuh Atau Ditabrak Mobil Water Canon?

oleh -434 views

water-canonIMG_20141127_220012Mahassar– Bentrok antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) sejak hingga malam hari, Kamis (27/11/2014), menyisahkan kisah jatuhnya korban jiwa dari pihak warga.

Arif, sosok pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai Pak Ogah (jasa penyebrang kendaraan), harus meregang nyawa, pasca bentrok mahasiswa UMI dengan aparat kepolisian.

Kematian warga Jalan Pampang Raya ini menuai pertanyaan. Pasalnya, ada dua versi anggapn yang berkembang. Sehingga kematian Arif masi menjadi misteri.

Dari versi warga maupun mahasiswa, Arif tewa karena ditabrak oleh mobil water canon milik aparat kepolisian. Sementara versi kepolisian sendiri, pria yang berproifesi Pak Oga ini, tewas terjatu, akibat menghindari kejaran aparat.

“Kami yakin kematian Arif karena ditabrak mobil water canon milik kepolisian saat hendak memukul mundur para demonstran,” ucap Rangga, salahseirang warga yang dinintai keterangfan di Tempat Kejadian Perkasa (TKP).

Pengakuan warga inipun dibenarkan sejumlah mahasiswa yang terlibat bentrok dengan aparat. Terkesan warga dan mahasiswa UMI menyalahkan tindakan refresif kepolisian.

Pada saat venyroik berlangsung, sejumlah wartawan berupaya keras menxcari tau ihkwal kematian Arif. Puluhan orang yang di mintai tanggapan semua mengarah pada penabrakan korban oleh mobil water xcanon.

Tapi menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Endi Sutendi, yang memantau langsung aksi di depan Kampus UMI, seperti yang dikutip tribuntimur.com, bahwa kematian Arif disebabkan saat lari menghindari kejaran polisi.

Endipun mengakui, jika korban ikut melakukan pelemparan ke arah petugas bersama warga lainnya yang membantu mahasiswa saat bentrok dengan kepolisian.

“Tidak benar korban ditabrak oleh mobil water canon. Jika benar, pasti kepala korban jadi perkadel,” ucap Endi Sutendi.

Menurutnya, saat korban tersungkur, malah anggota kepolisiannlah yang membawa lari ke RS. Ibnu Sina untuk diberi pertolongan.

Hingga malam ini, misteri penyebab kematian Arif masih menjadi perhatian warga Kota Makassar Dua versi yang berbeda ini, membuktikan tak satupun pihak yang bertanggungjawab dengan kematian warga Jalan Pampang Raya tersebut. (Tim)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.