Berikut Keindahan dan Nilai Batu Permata Akik Gambar

oleh -405 views

IMG_20150203_182516Indotimnews.com– Transaksi jual beli batu bergambar, khususnya agate (akik), cukup bergairah di tengah perdagangan batu permata berkelas (precious stone) dan batu permata tanggung (semiprecious stone). Namun jumlah produksi batu bergambar yang berkualitas yaitu proporsional, sesuai dengan anatomi gambaranya manusia, binatang, dan benda lainnya tergolong sedikit (hanya belasan saja) atau sangat sulit didapatkan, maka transaksi jual beli batu bergambar di pasar-pasar batu permata sulit dideteksi secara umum.

Apalagi harga batu bergambar berkualitas seringkali di atas harga batu permata berkelas precious stone maka pembelinya adalah masyarakat tertentu, di antaranya kolektor batu bergambar yang memang interes pada eksistensi batu bergambar tersebut.

Batu bergambar yang dikategorikan berkualitas memiliki komponen yang terutama adalah gambar itu sendiri yang berada di permukaan dan di dalam batu mineral seperti batu akik (agate), batu kecubung (amathys), ataupun batu safir dan ruby (corundum). Gambar persis 80% sampai 100% dari gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya, yang dilihat dengan mata telanjang secara mudah atau gampang dan dapat diartika secara seketika, khususnya oleh anak-anak usia di bawah lima tahun.

Dalam transaksi batu bergambar seringkali dikedepakan nilai kualitas dari yang paling tinggi sampai dengan kualitas tanggung. Batu bergambar kualitas tinggi diperspektifkan dari bahan bakunya.

Misalnya agate maka bendanya tidak cacat sama sekali, transparan, gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya membentuk secara alami gambarannya manusia, binatang dan benda lainnya dan dapat dilihat jelas dan diartikan dengan gampang, memiliki warga yang kontras, da yang paling utama gambar bukan hasil rekayasa atau pemalsuan. Batu bergambar berkualitas tinggi juga dapat hadir pada batu misalnya agate yang tidak transparan namun gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya membentuk secara alami gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya dengan lekuk anatomis yang mendekati 100% dari gambarannya manusia dan binatang yang kita lihat sehari-hari.

Nilai sebuah harga batu bergambar bergantung dari kesepakatan antara penjual dan pembeli sehingga mahal dan tidak mahal sebuah batu bergambar bukan sebuah ukuran utamanya. Ukuran utama dari transaksi batu bergambar adalah kepuasan dan kebanggaan yang membedakan dengan transaksi pada batu permata berkelas (berlian,mata kucing,safir,ruby,jamrud). Pasalnya produk batu bergambar memperspekrtifkan nilai keunikan, keantikan, dan kelangkaan, yang seringkali keunkan dan keantikan batu bergambar sebagai only one in the world. Atau satu-satunya di dunia.

Ketika seseorang memiliki keputusan untuk membeli batu bergambar dari yang paling berkualitas sampai yang kualitas tanggung dan yang biasa-biasa saja maka pembeli telah meyakini akan arti dan manfaat ke depannya batu bergambar tersebut. Masalahnya banyak pembeli batu bergambar mengeluah karena ketika tidak punya duit dan berkehendak untuk menjual batu bergambar koleksinya justru pembeli tidak responsif. Di situlah tantangan bagi kolektor/penggemar batu bergambar untuk dapat menyelami dan memahami pasar dunia batu bergambar. (dk)

BATU BERGAMBAR SEMPURNA SEMAKIN SULIT

Bahan batu bergambar, di antaranya agate (akik) tergolong melimpah, khususnya di bumi Indonesia. Sebut saja bahan batu akik yang terkenal yaitu dari wilayah Garut, Bung Bulan, Karang Nunggal (Propinsi Jawa Barat), atau dari Pacitan, Sawo – Ponorogo (Provinsi Jawa Timur), atau dari Pulau Bacan, Halmahera (Provinsi Maluku Utara), atau Aceh Utara, Kalimantan, dan Surmatra Utara, kesemuanya dalam jumlah puluhan ribu ton digali secara berkesinambungan sejak puluhan tahun silam.

Yang jadi pertanyaan adalah seberapa banyak jumlah batu bergambar yang memiliki nilai keterukuran secara proporsional, sesuai dengan anatomis gambararannya manusia, binatang, dan benda-benda lainnya, yang benar-benar terukur dan terstandarisasi baik dari bahan dan kualifikasi gambar-gambarnya yang berhasil diproduksi oleh penggemar batu bergambar/kolektor di muka bumi ini?

Ternyata batu bergambar sulit didapatkan meskipun bahan bakunya melimpah. Apakah gambar semata yang menyebabkan harga batu bergambar melangit alias sangat mahal?

Memang banyak penggemar batu bergambar/kolektor yang narsis, yaitu mengagungkan koleksi batu bergambarnya amat sangat bagus. Padahal kalau dikaji secara mendalam dengan teknis pengukuran secara kualitatif dan kuantitatif, termasuk dengan pengukuran akademis, justru batu bergambar yang dimaksudkan dapat berada pada takaran kelas tanggung dan belum mencapai kelas utama ataupun sempurna/excelent.

Ada beberapa indikaor yang dapat mengetengahkan batu bergambar berharga sangat mahal, di antaranya senilai Rp 1 miliar sampai Rp 5 Miliar.
Indikator yang umum yang sering diketengahkan kolektornya yaitu nilai fenomena batu bergambar yang hanya satu-satunya di dunia (only one in the world) dan gambar yang dimaksud menyerupai gambarannya benda (bisa manusia, binatang, dan benda lainnya) yang terkait dengan mitolosi sebuah keyakinan. Atau gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya yang disebut sesuai dengan budaya yang berkembang di wilayah lokal atau regional saja.

Padahal apapun di dunia yang mencitrakan sebuah benda termasuk batu bergambar yang dikatakan bernilai tinggi, berkualitas harus dapat ditentukan ukuran-ukurannya secara obyektif dan subyektif dan ukura itupun harus mengedepankan pemikiran akademis. Misanya anatomi gambarnya manusia, binatang dan benda lainnya sesuai dengan ukuran gambarannya, gambarannya manusia, bintanag dan benda lainnya sesuai proporsionalitasnya, gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya sesuai dengan obyek apa adanya, baik silhoutte atau ekspresi, gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya sesuai dengan backgroundnya, komposisi warnanya, apresiasinya, atau ekspresinya, dan bahkan gambarannya manusia, binatang dan benda lainnya sesuai dengan obyek yang dimaksudkan sehingga gambar satu maksud, satu arti, satu makna.

Di samping itu gambarannya manusia, binatang, dan benda lainnya ada yang di dalamnya batu akik (kualitasnya transparan) dan ada yang dipermukaan. Di kalangan penggemar batu bergambar justru gambarannya manusia, binatang dan benda lainnya yang berada di dalam dan tidak terhalang korosi atau kotoran atau gambar lainnya maka batu bergambar itulah yang bernilai sangat mahal. Apalagi kalau menyiratkan aneka warna.

Kesimpulannya bahwa batu bergambar sesuai dengan kreteria atau batasan sebagaimana yang diketengahkan di atas itulah yang dikategoruikan sempurna yang dapat ditawarkan dengan harga tinggi sampai miliaran rupiah atau ratusan ribu dollar Amerika Serikat. Menyinggung besar kecilnya bentuk batu bergambar, apakah dibentuk besar untuk kepala ikat pinggang, liontin, atau bentuk kecil untuk cincin, dan gelang? Kesemuanya bergantung dari selera penggemar batu bergambar/kolektor itu sendiri. (deka)

Kelas-kelas Batu Bergambar

Dewasa ini keberadaan batu bergambar telah menjadi kesadaran publik secara meluas. Penggemar ataupun pecinta batu bergambar telah meramba ke berbagai kalangan, dari kalangan masyarakat yang berkantong tipis sampai mereka yang secara relatif memiliki banyak uang.

Perkembangan pecinta ataupun penggemar batu bergambar itu mau atau tidak menyeleksi secara alamiah kualitas batu bergambar itu sendiri, utamanya pada nilai produk sebuah gambar. Dengan demikian sudah terjadi kelas-kelas pada produk batu bergambar itu sendiri. Misalnya kelas batu bergambar dengan spesifikasi sempurna yaitu bahan bakunya (akik/agate) kristal, tidak cacat, sosok gambarnya memenuhi ketentuan anatomis, proporsional pada bentuk bendanya atau sesuai misalnya 90% dari gambarannya manusia, binatang dan benda lainnya.

Gambar tunggal, bisa ngeblok silhoutte ataupun gambar realis, satu maksud, satu makna, dan satu arti, serta gambar berada di tengah. Diutamakan gambarannya apapun berada di dalam batunya, yang seringkali disebut gambar dalam. Gambar kelas menengah misalnya hanya memenuhi 80% dari gambarannya apa saja, baik manusia, binatang, dan benda lainnya. Sedang gambar kelas tanggung hanya memenuhi 50% dari spesifikasi total gambar 100 persennya itu.

Meskipun demikian harga batu bergambar yang mendasarkan kelas-kelasny6a akan berpulang pada situasi pasar yang seringkali mengembangkan subyektifitas, dimana konsumen memiliki hak untuk menyatakan suka atau tidak suka dan senang atau tidak senang. Kalau ditarik dari perspektif suka atau tidak suka dan senang atau tidak senang dengan mengindahkan kreteria nilai batu produk bergambar itu sendiri maka eksistensi batu bergambar masuk ke dalam rana seni. Tetapi pemahaman seni dalam batu bergambar-pun perlu memformulasikan kreteria yang jelas, misalnya keindahan gambar pada batu bergambar mengedepankan latar belakangnya, warna, dan sket atau framingnya.

Sumber: Batu Akik.com

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.