Berlangsung tegang pembahasan penimbunan Amahami antar Warga Dara dan Dewan

oleh -255 views

Indotimnews– Pembahasan penimbunan antar warga Kelurahan Dara dan DPRD Kota Bima soal penimbunan laut Amahami untuk pembukaan jalan baru, Selasa (22/11) berlangsung tegang dan penuh kekecewaan buat Warga Dara, Kota Bima, Nusa Tengara Barat.

Warga Dara meminta agar Ketua DPRD Kota Bima menandatangi pernyataan sikap warga agar timbunan itu dihentikan selama – lamanya.

Timbulnya ketegangan dimulai saat salah seorang warga Kelurahan Dara, Suherman meminta agar Ketua DPRD Kota Bima, Feri Sofiyan yang memimpin Rapat untuk menandatangani pernyataan sikap tersebut.

Namun keinginan Suherman, tidak bisa dipenuhi oleh Fery Sofyan, karena ingin masalah tersebut harus terlebih dahulu dilakukan pengkajian dan penelusuran asal – usul laut yang diduga dimiliki secara personal oleh oknum warga di Kota Bima.

Menurut Suherman, penimbunan laut tersebut cacat secara administrasi dan hukum. Pihaknya pun meminta agar penimbunan itu tidak dilanjutkan. Karena penimbunan tidak jelas, sebab keberadaan itu sama halnya melegalkan adanya kepemilikan secara personal laut tersebut.

“Saya mewakili warga Kelurahan Dara melihat penimbunan itu masih terus dikerjakan. Makanya, kami sudah membuat pernyataan sikap dengan seluruh warga Kelurahan Dara, agar penimbunan dihentikan selama – lamanya,” tegasnya.

Namun, permintaan Suherman tidak ditanggapi oleh Ketua DPRD Kota Bima. Alasannya, Feri meminta agar warga memberi waktu kepada anggota dewan untuk menelusuri persoalan tanah tersebut.

“Kami tidak bisa mengambil keputusan untuk menandatangi pernyataan sikap ini. Beri dulu kami waktu untuk menelusuri masalah ini dengan memanggil pihak- pihak terkait,” tegasnya, saat hearing.

Hanya persoalan itu saja yang dibahas berulang – ulang. Tapi tetap saja Feri tidak ingin menandatangi pernyataan sikap tersebut,di situlah timbul pertanyaan buat warga Dara atas tidak terlalu di respon oleh Ketua Dewan
Suasana tegang pun tak bisa dihindari.

Suherman dan sejumlah warga lain bicara dengan nada keras. Namun, anggota dewan tetap sabar meladeni aspirasi warga setempat.

Karena belum ada kesimpulan, hearing tersebut akhirnya diakhiri dan warga pulang dengan mengancam untuk menghentikan pekerjaan.

Laporan :A.Israt bima

loading...
loading...