Bila modal sosial jadi salahsatu pilar pembangunan di Sulsel

oleh -423 views

IMG_20151214_225640Makassa– Modal sosial diyakini oleh pemerintah Provinsi Sulsel sebagai salah satu komponen utama menggerakkan kebersamaan, mobilitas ide, saling kepercayaan dan menguntungkan untuk mencapai kemajuan bersama.

Menjadikan modal sosial sebagai salah satu pilar pembangunan di Sulsel karena modal sosial merupakan sumberdaya sosial yang dapat dipandang sebagai investasi untuk mendapatkan sumberdaya baru dalam masyarakat. Demikian ditegaskan Anggota Mediasi Center Provinsi Sulsel, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si, Senin 14 Desember 2015.

Modal sosial adalah konsep yang muncul dari hasil interaksi di dalam masyarakat dengan proses lama. Meskipun interaksi terjadi karena berbagai alasan, orang berinteraksi, berkomunikasi, dan kemudian menjalin kerjasama pada dasarnya dipengaruhi oleh keinginan berbagai cara mencapai tujuan bersama yang tidak jarang berbeda dengan tujuan dirinya sendiri, ungkap Guru Besar Sosiologi Antropologi UNM ini.

Interaksi semacam ini melahirkan modal sosial yang berupa ikatan emosional yang menyatukan orang untuk mencapai tujuan bersama, yang kemudian menumbuhkan kepercayaan dan keamanan yang tercipta dari adanya relasi yang relatif panjang, tandas doktor sosiologi PPs Universitas Padjajaran Bandung ini.

Dijelaskan, modal sosial merupakan syarat harus dipenuhi bagi pembangunan manusia, ekonomi, sosial, politik dan stabilitas demokrasi, Berbagai permasalahan dan penyimpangan yang terjadi di berbagai negara determinan utamanya adalah kerdilnya modal sosial yang tumbuh di tengah masyarakat, kata salah seorang penyumbang tulisan dalam buku, Sulsel dalam Perspektif Pendekar Pengetahuan ini.

Modal sosial yang lemah meredupkan semangat gotong royong, memperparah kemiskinan, meningkatkan pengangguran, kriminalitas, dan menghalangi setiap upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Berkembangnya modal sosial di tengah masyarakat Sulsel akan menciptakan situasi masyarakat yang toleran, merangsang tumbuhnya empati dan simpati terhadap kelompok masyarakat di luar kelompoknya, kata alumni pertama SMAN Mare Bone meraih Profesor ini.

Kemudian akan menghadirkan masyarakat Sulsel peduli pada berbagai aspek dan dimensi aktifitas kehidupan, masyarakat saling memberi perhatian dan saling percaya. Situasi yang mendorong kehidupan bermasyarakat yang damai, bersahabat, dan tenteram, tegas Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs-UNM ini.

Bila Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki modal sosial tinggi akan membuka kemungkinan menyelesaikan kompleksitas persoalan dengan lebih mudah. Dengan saling percaya, toleransi, dan kerjasama mereka dapat membangun jaringan baik di dalam kelompok masyarakatnya maupun dengan kelompok masyarakat lainnya, kata mantan Ketua Prodi S2 IPS PPs-UNM ini.

Penulis : Muh Yahya Mustafa
Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.