Budidaya Rumput Laut Milik Asing diGugat Petani Takalar

oleh -238 views

TAKALAR– Masyrakat Nelayan menggugat adanya program budidaya rumput laut milik asing (Belanda), Maccini Baji Desa Ujung Baji Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, Sabtu 28 September 2019

Dalam prosesnya, perusahaan milik asing ini masih dalam tahap pembangunan dan masih dalam proses pengerjaan alat – alat yang akan dipakai untuk membudidayakan rumput laut jenis glasilaria

Sekelompok masyarakat ( Nelayan ) mendatangi lokasi perusahaan yang akan dibangun untuk bertemu dengan pihak pengelola yang akhirnya berujung pada musyawarah di kantor desa ujung baji yang dihadiri oleh kepala desa, ketua BPD, perwakilan kapolsek sanrobone, Bimmas, dan tokoh masyarakat terkait.

“Perusahaan milik asing tersebut mempekerjakan beberapa masyarakat namun jika melihat proses yang akan terjadi maka ada yang akan dirugikan salasatunya masyarakat nelayan karena lokasi budidaya tersebut tepat berada di lokasi para nelayan tempat mereka mencari hidup” tegas, subair salah seorang aktivis yang berdomisili di desa tersebut.

Pihak pembudidaya rumput laut yang diwakili oleh Arman Arfah sebagai pembicara dari pengusaha asing mengatakan ” program ini adalah uji coba sebanyak 10 pot, dalam 1 pot mempunyai luas 40 persegi dan akan dikembangkan sebanyak 800 pot jika berhasil, hasil gugatan masyarakat akan kita cari jalan keluarnya agar tidak ada yang saling dirugikan dan saya meminta agar diberikan kesempatan untuk mengembangkan 10 pot untuk melihat kesuksesannya 6 bulan samapi 1 tahun”.

” Disambung oleh bapak kepala desa ujung baji, Dewagong daeng Tawang ” ganti rugi lokasi budidaya rumput laut tidak rasional (belum adil) dan masyarakat nelayan tangkap merasa terganggu maka saya selaku kepala desa minta kepada pihak perusahaan untuk memindahkan lokasi tersebut kepada pihak pemilik perusahaan, jika tidak mendapatkan solusi maka silahkan angkat kaki dari kampung kami”, tutupnya

loading...
loading...