Buset, Judi Sabung Ayam Puluhan Juta Rupiah Kian Marak di Toraja Utara

oleh -686 views

IMG_20140804_181720-1Toraja Utara– Semasa Irjen Pol (Purn) Drs. Mudji Waluyo menjabat Kapolda Sulselbar yang tidak main-main dengan kasus judi yang ditangani oleh pihak Kepolisian Resort Tana Toraja, menunjukkan indikasi bahwa judi telah merajalelah di daerah ini. Hal inilah yang membuat Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Drs. Mudji Waluyo waktu itu memerintahkan aparat kepolisian untuk melakukan perang terhadap judi yang merupakan penyakit masyarakat saat itu.

Tapi setelah Kepergian Mudji Waluyo meninggalkan Sulsel ini kembali Perjudian di Kabupaten Toraja Utara marak lagi, Seperti diketahui, bahwa salah satu bentuk judi yang marak dilakukan oleh warga Tana Toraja dan Toraja Utara selain kupon putih, adalah judi sabung ayam. Pelaksanaan judi sabung ayam biasanya dilakukan sebelum atau sesudah pelaksanaan acara Rambu Solo’ (pesta kematian), dan juga biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Salah satu Tokoh masyarakat Toraja Utara, saat ditemui dilokasi Sabung Ayam pada tradisi Pesta Kematian ” Rambu Solo” di Desa  Tondon Sibata Kecamatan Tondon mengatakan kegiatan Sabung ayam ini memang Judi karena ada taruhan masyarakat dengan memakai uang, namun ini adalah tradisi adat yang selalu diikutkan dalam pesta kematian (Rambu Solo) khusus di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara,katanya.

Menurut Tokoh Masyarakat yang tidak mau dimediakan menjelaskan biasanya kalau sebelum dilakukan Tradisi Adat ” Paramisi” (istilah orang toraja) yaitu acara sabung Ayam ditempat Kematian dilaporkan kepihak Kepolisian tingkat Polsek dan biasanya dizinkan hanya sampai tiga hari saja dan kalau melebihi hari itu akan dilarang dilaksanakan lagi, jadi petugas Kepolisian disini ( toraja, red) ibarat ” bagai makan buah simalakama” mundur kena maju kena, karena mau dilarang dan ini sudah menjadi tradisi Adat sedangkan tidak dilarang dan ini bentuk penyakit masyarakat dan aturan perjudian apapun bentuknya dilarang.ucapnya.

” Ya kita masyarakat yang ingin melangsungkan niat hajatan untuk tradisi adat dan membuat ramai, ya petugas dari kepolisian biasa diberikan uang pengamanan supaya bisa dilakukan selama tiga hari itu,” jelasnya.

Dan pantauan Beritakota Online dilokasi Kejadian Sabung Ayam, tampak ratusan warga yang ikut bertarung dalam kegiatan itu dari tangan warga puluhan lembaran uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp.100 ribu yang bila dijumlahkan uang taruhan saat itu bisa sampai ratusan juta rupiah setiap kali pelaksanaaan Sabung ayam tersebut, dan ini dalam sehari dibagi dua waktu yakni pagi dan sore harinya.

” Jumlah taruhan seekor ayam bisa sampai ratusan juta, sekali main ayamnya, belum warga yang diluar arena yang berdatangan dari daerah luar Tana Toraja, seperti Enrekang, Palopo, Kendari (Sultra), Luwu, bahkan dari Makassar, Jelasnya.

Sementara itu dikonfirmasi pada Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Polisi, Endi Sutendi mengatakan Pada prinsipnya yang namanya Judi tidak pernah mendapat ijin dari pihak kepolisian karena melanggar ketentuan/aturan hukum yang berlaku, katnya.

Menurut Kombes Pol. Endi Sutendi menjelaskan bahwa dalam hal ini Polres setempat yakni Polres Tana Toraja telah komitmen untuk menindak tegas segala bentuk perjudian, namun terkadang ada pihak-pihak tertentu dan pelaku perjudian memanfaatkan situasi untuk melakukan perjudian seolah-olah telah mendapat ijin dari petugas, ucapnya.

” Agar para pemain lain percaya dan yakin untuk melakukan perjudian ditempat tersebut, padahal sebaliknya tidak pernah petugas memberikan ijin, ini murni ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Mantan Wakapolrestabes Makassar ini.( Bersambung….!)

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.