Catatan GRD: Buruknya akses Jalan di Elat Selatan Manggarai Timur, bukti tak adanya kepedulian pemerintah dan wakil rakyat

oleh -246 views

Indotimnews– Buruknya Akses Jalan menuju Elar Selatan merupakan suatu penderitaan yang harus dipikul oleh Masyarakat.

Salah satu hak yang dimiliki oleh manusia adalah Kebebasan. Dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, warga negara(rakyat) tentu memiliki kebebasan yang harus dihargai dan dihormati oleh Negara atau Pemerintah sebagai penyelenggara negara.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Elar Selatan, masyarakat yang mendiami wilayah itu tentu memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri nasibnya Sebagai warga negara.

Penderitaan masyarakat karena buruknya sarana umum seperti jalan raya merupakan sebuah penderitaan yang harus dipikul oleh Masyarakat /warga Elar Selatan. Tentu ini salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan berharap Pemerintah segera merespon.

Kebebasan masyarakat untuk menikmati fasilitas yang sama seperti dialami dikabupaten tetangga yang baik merupakan hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

Mengabaikan apa yang menjadi hak masyarakat merupakan suatu bentuk kejahatan dalam hal pengingkaran atas hak asasi Manusia,UUD dan Pancasila. Ini salah satu Kekerasan Negara dalam bentuk yang berbeda terhadap warganya sendiri. Kekerasaan dimaksud selalu disertai dengan penderitaan karena jeleknya fasilitas umum serta jauhnya akses ke Rumah Sakit. Ini semenjak zaman orde Lama sampai hari ini belum ada endingnya.

Hari ini dan hari-hari sebelumnya, masyarakat menaruh harapan pada Negara/Pemerintah (daerah) untuk memperjuangkan sekaligus memberikan apa yang menjadi hak warganya yaituh kebebasan.

Bebas dari ancaman nyawa setiap saat karena buruknya jalan, bebas dari kebohongan politik dari pemerintah dan para wakil-wakil yang duduk di legislatif.

Sudikah pemerintah (daerah) sekarang ini terus membiarkan masyarakat Elar Selatan terus menderita?

Oleh: Nandick Ferdinand
Aktivis Gerakan Revolusi Demokratik

loading...
loading...