Catatan Indotiimnews: Radikalisme ancam generasi, peran orang tua jadi penangkal

oleh -281 views

Kata Radikalisme, tentunya bermakna negatif dan teramat menakutkan bagi kehidupan yang tengah berjalan damai dan tentram di bawa panji-panji kebersamaan yang terbina, khususnya di negeri yang tercinta ini.

Sebab itu, para kelompk-kelompok teroris yang enggan melihat terciptanya kadamaian dan ketentraman kita, berupaya merecoki kehidupan ummat, dengan tegah merekrut generasi-generasi penerus bangsa perekat Negara Kesatuan Republin Indonesia (NKRI).

Hal itupun telah menjadi fakta yang tak terelakan. Sudah sekian banyak generasi atau anak muda bangsa ini kebebasan hidup damai mereka dirampok dengan cara merekrut serta melakukan doktrinisasi ajaran sesat yang hanyamemusuhi kelompok kelompok tertentu dengan dalih perjuangan agama tertentu.

Nah, sejauh mana peran orang tua dalam menangkal radikalisme yang setiap saat bakal membujuk generasi kita?

Maraknya tindakan kekerasan dan terorisme yang terjadi pada anak sudah sepatutnya membuat orang tua lebih waspada.

Terlebih lagi semakin mudahnya akses internet di zaman yang serba canggih saat ini membuat anak semakin mudah terpengaruh oleh konten-konten kekerasan maupun terorisme yang beredar secara bebas dan luas di dunia maya.

Untuk para orang tua jika tidak ingin anaknya menjadi korban tindak kekerasan maupun terorisme yang merenggut masa kecil dan  merampas masa depan anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tahap pencegahan, utamanya bagi anak yang masih berusia dini.

Hal yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan orang tua adalah menyortir media belajar dan hiburan yang sering dilihat oleh anak.

Nah, ada pesan seorang Psikiater Romi, seperti yang dikutip beritasatu.com, Bahnya orang tua harus tahu apa saja yang ada di dalam buku bacaan, tontonan, atau situs yang digunakan anak untuk belajar dan hiburan.

Dari situ mereka bisa membantu mencegah anak terpengaruh paham-paham ekstrimis dan juga hal-hal negatif yang tersebar di berbagai media belajar dan hiburan.

Saat ini para orang tua harus waspada dan lebih bijak dalam menghadapi zaman yang serba internet ini. Para orang tua juga harus cerdas di dunia maya. Cerdas dalam memilih bahan bacaan, tontonan dan hiburan yang diakses anak di dunia maya.

Tentunya pemerintahan di negeri ini, sudah mengambil langkah tepat telah memblokir konten-konten di internet yang bisa merecoki otak generasi kita.

Namun itu tak bisa jadikan penangkal tepat, melainkan tetap waspada akan berbagai bentuk pengaruh kelompok-kwlompok radikal yang hendak memengaruhi generasi serta berkeinginan memecah belah persatuan.

Kami dari redaksi indotimnews.com, mengingatkan, untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa ada pada tangan generasi. Maka dari itu dengan pendekatan keagamaan serta pemahaman toleransi, maka semakin sempitlah ruang gerak pengaruh radikalism dalam keluarga kita.

Salam Redaksi@

loading...
loading...