Cityzen Report: Dua bulan terakhir Makassar diserbu pedagang buah

oleh -264 views

citizen-reporter-uinMakassar– Dua bulan terakhir ini hampir seluruh sudut Kota Metropolitan Makassar dibanjiri dengan buah-buahan. Jenis buah yang terbanyak dijual di pinggir-pinggir jalan mulai dari durian, langsat, rambutan, buah naga, kelapa, serikaya, manggis dan semangka.

Para penjual bertebaran di sepanjang jalan-jalan protokol, di sejumlah sudut jalan para penjual malah menjajakkan buah dagangan di atas mobil truk untuk penjual rambutan, mobil kijang dan pick up untuk buah langsat, rambutan dan naga. Rombongan penjul buah di atas mobil ini bisa ditemukan sepanjang Jalan Hertasning Baru, Jalan Antang Raya.

Pengamatan Minggu sore, harga langsat asal Polman untuk 3 kilo ada yang pasang Rp. 10.000. Tetapi di sepanjang Jl. Pettarani Makassar, masih ada yang pasang harga Rp.5000/1 kg. Demikian halnya untuk rambutan harga antara Rp 7500-Rp.10.000, untuk 1 kg. Buah naga asal Kalimantan Timur untuk 1 kg seharga Rp.25.000,- Buah semangka asal Takalar bervariasi sesuai beratnya antara Rp. 10.000-Rp30.000,-

Nurfaidah, salah seorang penjual buah ditemui di Jl. Hertasning Sabtu sore (12/3) mengatakan, berdagang buah merupakan turunan dari suami yang sejak kecil sudah jualan buah. Jenis buah dijual di antaranya; rambutan, langsat, serikaya, manggis, semangka. Buah buahan ini berasal dari berbagai daerah, seperti serikaya dari Jeneponto, rambutan, semangka dari Palopo, Barru, Takalar, manggis dari Sinjai dan langsat dari Mamuju dan Polman.
tidak menjual durian si raja buah, karena durian selain modalnya besar, buah ini juga tidak tahan lama dibanding dengan buah lainnya seperti semangka yang sangat awet. Dia serta suami sudah berdagang buah selama 17 tahun.
Awalnya dia serta suami bedagang di Jl. Pettarani selama 9 tahun, karena ada larangan dari Pemerintah Kota Makassar, sempat berhenti hampir 3 tahun. Bagi Nurfaidah jualan buah bukan hanya sekedar mencukupi kebutuhan pokok, tetapi usaha sudah mendarah daging di tengah keluarganya, jualan di jalan Hertasning telah dijalani sekitar 5 tahun lalu.

Laporan :Rezki Amalia
Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar

Editor : Muh Yahya Mustafa/ Andi Ahmad

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.