Home / DAERAH / Cuaca Buruk di Kepulauan Selayar, Sulsel Picu Kerusakan Rumah dan Jebolnya Tanggul Penahan Ombak

Cuaca Buruk di Kepulauan Selayar, Sulsel Picu Kerusakan Rumah dan Jebolnya Tanggul Penahan Ombak

SELAYAR– Cuaca ekstreme disertai hantaman gelombang pasang, angin kencang, dan curah hujan tinggi yang rutin melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan kembali menjadi pemicu rusaknya bangunan rumah warga dan jebolnya sejumlah bangunan tanggul penahan ombak di daratan kota ini.

Kerusakan bangunan rumah warga terlihat di sejumlah titik lokasi pemukiman padat penduduk di ruas Jl. Soekarno Hatta, Jl. KH. Haiyung, Benteng dan Jl. Pahlawan, Lingkungan Bonea, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.
Selain merusak bangunan rumah milik warga masyarakat, cuaca buruk yang rutin melanda wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pada setiap musim barat, ikut menyebabkan rusaknya salah satu badan perahu jollor milik salah seorang warga pesisir kota Benteng yang terseret arus gelombang laut, saat tengah ditambatkan oleh pemiliknya di pinggir pantai.
Sementara itu, curah hujan tinggi yang berulangkali mengguyur Kabupaten Kepulauan Selayar sempat menyebabkan tergenangnya sejumlah ruas-ruas jalan di dalam wilayah Kota Benteng dan sejumlah daerah pelosok terpencil di sebelah utara pusat ibukota kabupaten.
di Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomate’ne, puluhan meter tanggul penahan ombak jebol dan ambruk usai dihantam gelombang pasang yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir bulan Maret 2018 mendatang.
Belasan kepala keluarga yang tinggal mendiami bangunan rumah di sepanjang kawasan pesisir Pantai Kelurahan Batangmata, kini hanya bisa pasrah menyaksikan banjir rob yang rutin merendam bangunan rumah mereka saat air laut sedang pasang.

Sejauh ini, tidak korban jiwa dalam insident kerusakan badan perahu milik warga nelayan yang diperparah dengan rusaknya sejumlah bangunan rumah milik warga serta jebolnya bangunan tanggul penahan ombak di Kelurahan Batangmata.

Akan tetapi, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (fadly syarif)

loading...