Dampak kemarau panjang, petani di Pangkep saling tikam berebut air

oleh -214 views

images(1)Pangkep– Kemarau panjang yang melanda Pangkep, mengakibatkan seorang petani, Mude (60) warga, Kampung Jennae Kelurahan Sapanang, Bungoro Pangkep, tewas.

Korban tewas di areal persawahan Kampung Landea, setelah ditikam dengan menggunakan badik miliknya sendiri oleh pelaku Pancana (60), warga Kampung Landea, Sapanang, Bungoro, Kamis (6/8/2015).

Seperti Dilansir tribun, Kapolres Pangkep AKBP Moh Hidayat mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 wita. Pelaku bertemu dengan Mude di persawahan, saat itu Pancana menegur Mude yang sementara mengalirkan air ke sawahnya.

Saat itu juga, Pancana juga mengalirkan air ke sawahnya, sehingga memicu terjadinya duel maut demi memperebutkan air yang mengalir di saluran air di sekitar sawahnya.

“Saat itu, Mude mengambil badik milik Pancana yang terselip di pinggangnya. Korban lalu naik ke punggung Pancana sambil menikam Pancana pada bagian dada sebelah kiri,” katanya.

Sehingga, Pancana mendorong Mude ke belakang yang membuat Mude terjatuh, sehingga Pancana langsung memegang tangan Mude yang sementara memegang badik.

“Saat itu, Pancana mengarahkan badik itu ke Mude dan langsung menusuk dada sebelah kiri Mude secara berkali- kali yang menyebabkan Mude meninggal di tempat,” ujarnya.

Setelah penikaman tersebut Pancana menyampaikan kepada saksi, Adam, bahwa dirinya telah membunuh Mude. Adam kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bungoro.

Pancana beserta barang bukti di Mapolsek Bungoro. Polisi kemudian nembawa Mude ke RSUD Pangkep, untuk visum et repertum.

“Anggota juga mengamankan keluarga serta rumah Pelaku untuk mencegah aksi balas dendam,” ujarnya. (*)

Laporan : Herman Djide
Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.