Dana Hibah Enrekang Disorot Aktivis Kemahasiswaan

oleh -214 views

IMG_20141224_130325Makassar– Kurang lebih se tahun dua bulan bukanlah waktu singkat untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan baru Kabupaten Enrekang di bawah pimpinan bupati H. Muslimin Bando

Namun sampai sejauh ini menurut Hadrianto Jufri, aktivis Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ), Selasa (24/12/2014), sampai saat ini belum terlihat ada perubahan atau kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat.

“Yang ada Justru sorotan dan keluhanlah yg dirasakan oleh masyarakat di akhir berjalannya APBD 2014 yg di sahkan oleh bupati baru tersebut. Mulai dari pergantian sejumlah pejabat (mutasi), dana pelantikan, pengadaan mobil dinas yg terbilang pantastis, hingga yg terhangat adlah dana Hibah dan Dana Anggaran Asrama HPMM di borong (Makassar).

Dari hasil investigasi yang dilakukan tim mahasiswa ini, berdasarkan UU. No. 31 thn 1999, jo UU.No. 20 thn 2001 tentang, Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan soal dana Hibah yg taksir mencapai kurang lebih Rp.7 miliar ternyata hanya terealisasi sekitar Rp.3,3 miliar.

“Sementara sisanya masih menjadi tanda tanya besar. Wajar saja jika hal ini menuai banyak pertanyaan dari Masyarakat terkhususnya kalangan Mahasiswa, sebab dana yg begitu besar tersebut kami anggap tidaklah menyentuh langsung kepada masyarakat,” tambah aktivis kemahasiswaan yang aktif di KPJ..

Disisi lain ucap Hadrianto, tak kalah mirisnya dijelaskan, soal anggaran Asrama HPMM di Borong yang menghabiskan sekitar Rp.5 miliat dari APBD Kabupaten Enrekang, jika dilihat dari bangunan fisik di lapangan. Bagaimana tidak, gedung yg sampai saat ini blum di huni saja sudah mengalami kerusakan parah, dan bangunan tersebut tidak sesuai dengan rancangan awal.

“Dangan bangunan yang rusak parah dan blum tersedianya fasilitas Air, Listrik, pagar juga jalan yang tak memadai. Bupati justru mewajibkan Mahasiswa untuk segera menghuni bangunan tersebut. Itu sebabnya kami mengecam dan mempertanyakan kebijakan tersebut, ada apa sehingga mahasiswa dipaksa untuk menghuni gedung yg sangat tidak layak,” pungkas Hadrianto. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.