Daya saing IKM bisa imbangi produk luar yang murah

oleh -252 views

sosialisasiMakassar– Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan bagian dari penyumbang utama sektor Industri pengolahan di Indonesia karena keunggulannya sebagai subsektor Industri padat karya dan telah memasok kebutuhan pasar domestik. Kedua hal tersebut telah berdampak positif terhadap kesempatan berusaha dan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia

Oleh karena keunggulannya yang signifikan tersebut telah berdampak luas terhadap perekonomian nasional, maka sub-sektor IKM selayaknya mendapat perhatian yang nyata dari Pemerintah untuk menjaga eksistensi dan kesinambungan usaha serta memfasilitasi pengembangan skala usahanya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi IKM adalah penggunaan mesin dan/atau peralatan yang masih sederhana, sehingga produktivitas dan kualitas produknya rendah, yang mengakibatkan rendahnya daya saing produk. Disamping itu para pelaku IKM tidak memiliki modal untuk investasi mesin dan/atau peralatan baru dan kurang mampu mengakses ke lembaga keuangan baik bank maupun non-bank.

Selain hal tersebut di atas, situasi persaingan di pasar dalam negeri juga semakin tajam akibat banyaknya produk-produk dari negara lain yang lebih murah. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Pemerintah menganggap perlu untuk mengambil langkah-langkah dalam upaya peningkatan daya saing IKM. Untuk itu Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, telah melaksanakan Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan IKM sejak Tahun 2009 sampai tahun 2015 yang menyentuh hampir semua sektor IKM.

Hal ini dijelaskan Kepala Seksi Pelaporan Direktur Sandang, Aneka, dan Kerajinan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian RI, H. Jeni di Makassar saat membuka Sosialisasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan kepada Sejumlah Pengusaha IKM se Provinsi Sulsel di Hotel Maleo, Kamis ( 02/06).

Menurut H. Jeni mengungkapkan Berdasarkan hasil evaluasi program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian selama 5 (lima) tahun, program ini telah meningkatkan produktivitas, kuantitas maupun kualitas produk IKM. Program ini juga disambut positif oleh IKM, tercermin dari meningkatnya jumlah pemohon/peserta untuk program tersebut. Sebagai gambaran output program dari tahun 2009 – 2014, telah disalurkan lebih dari 55 milyar rupiah kepada lebih dari 420 IKM dan telah mampu meningkatkan investasi mesin/peralatan sebesar lebih dari 200 milyar rupiah.

Sehubungan dengan hal tersebut maka Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKM memutuskan untuk melanjutkan program tersebut pada Tahun Anggaran 2015, dengan menambah jenis komoditi industrinya dan penyesuaian mesin/peralatan serta mekanisme program tersebut. ( Azis Umar)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.