Dengan pola sinergitas, diyakini Kapolda Sulsel mampu jaga keamanan warga

oleh -300 views

IMG-20150910-00189_edit_edit1Makassar– Pasca pergantian kapolda Sulsel, banyak kalangan yang meragukan jika Irjen Pol. Pudji Hartanto Iskandar, dapat menjaga stabilitas Sulsel, khususnya Kota Makassar.

Bahkan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat dan organisasi lainnya mengeluarkan statmen yang sifatnya mewarning kapolda wajib memberi rasa aman warga.

Nah, Pudji Hartanto Iskandar yang baru 3 hari menahkodai kepolisian di Sullselbar, punya pola kepemimpinan yang berbeda dengan beberapa kapolda seblumnya, yakni bakal mlalkukan sistem pendekatan pada seluruh elemen masyarakat dengan pola sinergitas.

Berbagai kalanganpun menyambut baik pola sinergitas yang sudah didengungkan sejak. Serah terimah jabatan belum lama ini.

Ketua Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (LMRRI) Kota Makassar, H. Irhamsyah, yakin dngan penerapan pola sinergitas yang akan dijalankan kapolda Sulsel baru tersebut.

“Saya sangat yakin apa yang akan dijalankan mantan Gubernur Akpol, akan membawa angin segar untuk kemanan warga, khususnya Makassar,” papar Irhamsyah, Sabtu (12/9).

Lanjut Ketua LMRRI Kota Makassar, seluruh elemen masyarakat di Sulsel memang butuh pengak hukum yang dekat dengan rakyat. Apalagi Makassar yang dikenal masyarakatnya memiliki karakter yang keras.

Hal serupa dipaparkan Nasution Jarre, Sekertaris Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara Rpublik Indonesia (Komnas Waspan RI) Sulsel, bahwa sosok pendidik yang dimiliki Kapolda Sulsel, akan dipahami oleh warga dengan metode-metode pendekatan persuasif sesuai denga program sinergitas yang dijalankan.

Bahkan sejumlah warga Kota Makassar berkomentar positif akan pola Kapolda Sulsel ini.

Abdul Malik misalnya, tokoh masyayarakat di Kecamatan Biringkanayya angkat komentar, jika dengan meningkatkan sinergitas dengan masyarakat, maka berbnagai bentuk permasalahan akan tereliminir.

“Jika demikian pola yang ditarapkan, pastila bentuk-bentuk planggaran hukum yang selama ini kian menjadi, akan tereliminir. Mudah-mudahan bapak kapolda baru, bisa lebih dekat dengan masyarakat Sulslbar,” ucap Abdul Malik.

Hal senada juga dipaparkan Rani, salahsatu warga korban aksi pencurian dengan kekerasan (curas), dengan pola sinergitas, dirinya yakin aksi-aksi kriminalitas akan menurun.

“Jika aparat hukum meningkatkan sinergitas dngan masyarakat, saya yakin tak ada ruang bagi pelaku kriminalitas untuk meelakukan aksinya. Artinya, warga akan dilibatkan dalam mengeliminir kejahatan yang ada di sekitarnya,” jelas Rani, korban begal yang sejumlah barang miliknya pernah raib dirampas pelaku kejahatan.

Editor: Zulkifli

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.