Home / HUKRIM / Di Duga Gaji Karyawan Glatik Supra Tidak Terbayarkan, Ketua LSM LIKMA Angkat Bicara

Di Duga Gaji Karyawan Glatik Supra Tidak Terbayarkan, Ketua LSM LIKMA Angkat Bicara

MAKASSAR– Masih ada saja perusahaan nakal beraktifitas tidak manusiawi, tidak sedikit perusahaan berprilaku buruk seperti itu dengan tidak membayarkan upah karyawannya. Padahal perusahaan itu maju dan berkembang karena hasil keringat tenaga karyawan. (21/9/2018).

Karyawan seringkali mengalami perampasan hak dengan pemotongan gaji dan gaji lembur atau gaji karyawan tidak terbayarkan, strategi pemecatan dan pemberhentian sepihak karena tidak mencapai target menjadi andalan perusahaan nakal.

Seperti salah satu perusahaan Gelatik Supra berkantor jalan Emmy Saelan ini, perusahaan ini bergerak dibidang outsourcing dengan mempekerjakan karyawan puluhan orang.

Sementara Naya selaku penanggung Jawab pada Cabang perusahaan Gelatik Supra dimakassar, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, mengatakan bahwa itu kebijakan dari kantor pusat apabila ada pemotongan gaji atau gaji belum terbayarkan.

” kami sudah menggunakan finger di perusahaan, memang baru tahap uji coba tetapi kami bisa membuktikan faktanya,” jelasnya.

Ironinya saat di tantang untuk membuktikan terkait absensi sidik jari tersebut, pihaknya tidak mau melakukan padahal belasan gaji karyawan Gelatik telah dipotong sepihak tanpa penjelasan.

LSM LIKMA Indonesia, melalui ketua umumnya, Asrul Arifuddin, sebagai perwakilan karyawan Gelatik Supra mengatakan belasan karyawan hanya di bayarkan 10 hari akibat mereka hanya mengisi daftar hadir manual selama sebulan kerja.

“perusahaan ini tidak jelas legalitasnya karena tidak terdapat Papan Nama sehingga diduga perusahaan ini tidak memiliki izin Usaha atau Keterangan Tempat Usaha dari Kelurahan dan Kecamatan setempat,” ucap Asrul. (Fandi)

loading...