Di Gowa Pembangunan Masjid terus digalakkan, kata Bupati

oleh -241 views

LDII-gowaGowa– Bupati Gowa Adnan Purichta mengemukakan, pembangunan Kabupaten Gowa bertumpu pada peningkatan kualitas keberagamaan dan pendidikan. Karena itu, pembangunan masjid terus digalakkan.

“Dimasa pemerintahan Kabupaten Gowa sebelumnya, telah dibangun 99 buah masjid. Tahun ini, kita akan bangun 40 buah masjid,” kata Bupati Gowa Andan Purichta usai meresmikan Masjid An-Nur yang dikelola Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sengka di Desa Sengka, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (12/5/2016).

Dalam peresmian tersebut, hadir sejumlah pejabat teras Kabupaten Gowa diantaranya, wakil bupati Abdul Rauf Malagani, sekda Muchlis, dan Ketua DPRD Muhammad Anzar Zaenal Bate. Hadir pula Ketua LDII Gowa Santri dan Ketua PAC LDII Sengka Nawawi Daeng Kila.

Bupati Gowa berharap, dengan mendorong pembangunan masjid, maka pembinaan generasi yang berkarakter di wilayah Gowa juga semakin meningkat. “Masjid selain dipakai untuk ibadah, juga merupakan wadah pembinaan kepada anak-anak kita, agar agamanya lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” paparnya.

Ia memaparkan, ulama besar Syech Yusuf sebelumnya telah menyebarkan agama di tanah Gowa dengan cukup baik. Karenanya, ia berharap, LDII meningkatkan peran dalam berdakwah di tengah masyarakat. “Oleh karena itu, kita harapkan LDII bisa menjabarkan itu semua dengan melakukan dakwah di seluruh kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Menurutnya, LDII harus meningkatkan kualitas dakwah di tengah masyarakat. “LDII kita harapkan perannya semakin baik dalam mendakwahkan agama dan mendidik karakter anak-anak kita,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua LDII Sulawesi Selatan Hidayat Nahwi Rasul menyatakan, pengurus PC dan PAC LDII ditingkat kecamatan dan desa harus meningkatkan kontribusi pada pemerintah setempat. “Undang-undang Desa memberikan kewenangan kepada pemerintah desa dan untuk menentukan program. LDII harus ikut berpartisipasi, misalnya ikut menggambar desain jembatan,” tuturnya.

Lebih jauh, Hidayat menjelaskan, LDII mendorong dua jenis kesalahen. “Pertama, LDII mendorong kesalehan sosial yaitu mewujudkan kerukunan, kekompakan, dan bekerjasama yang baik,” ungkapnya.

Selain kesalehan sosial, kata Hidayat, LDII juga mendorong kesalehan pribadi. “Kita mendorong kesalehan pribadi yaitu, berkata jujur, berperilaku yang amanah, bekerja keras, produktif, dan hemat,” ucapnya. (*)

Editor : Andi A Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.