Di Hari Jadi Kabupaten Bone 689,: Mahasiswa Tantang Bupati Debat. Ini Masalahnya!

oleh -42 views

MAKASSAR– DI Hari jadi bone 689, dalam siaran persnya yang ditrrima media ini , Sabtu (6/4), aktivis asal Kabupaten Bone, Sulsel, menantang bupati untuk dialog tentang transparansi anggaran untuk beasiswa .Makassar sabtu 06 april 2019.

Menurut A. Iponk aktivis kemahasiswaan Kabupaten Bone ini, Bone merupakan salah satu daerah yang terluas luas di provinsi sul-sel di karenakan sampai hari ini belum ada tanda-tanda pemekaran.

“Seperti di ketahui bersama di bawah kepemerintahan H.A Fashar Padjalangi terkenal dengan sumber daya alam yang sangat berpotensi untuk mesenjahterahkan masyarakat Bone, hanya sebatas sanjungan saja,” ucao A. Iponk.

Dijatakan, sektor pertanian,perikanan,serta rempah -rempah seperti cengkeh dan kamiri sangatlaj muda di temukan di daerah bone bagian selatan dan barat,belum lagi SDM kabupaten bone rata-rata cerdas serta mampu bersain di kanca bidang akademisi apalagi di kanca perpolutikan, banyak pemimpin yang lahir di tanah bone daerah yang kental dengan adat istiadat, namun semua akan sia-sia.

“Melirik Sektor SDA maupun SDM di Kabupaten Bone dan masyarakat bone khususnya di daerah pinggiran masih jauh dari kata sejahtera,” tegasnya.

Karena itu lanjut A. Iponk, pada hari sabtu tanggal 05 april 2019, ratusan mahasiswa asal Bone yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Bone melakukan aksi unjuk rasa pra kondisi di ply over dan di depan Kantor Gubernur Sulsel sambil membakar ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap roda pemerintahan bupati bone kedua kalinya, namun daerah bone masih jauh dari kata berkembang.

Banyaknya ketimpangan dan kesejangan sosial yang terjadi di Kabupaten Bone andi iponk selaku jendral lapangan aksi solidaritas mahasiswa Bone sekaligus perwakilan mahasiswa Bone Barat mengatakan bahwa di hari jadi bone 689 itu hanyalah sebatas efhoria semata,.

Pasalya lanjut aktivis ini, daerah itu dari segi umur sangatlah tua namun dari segi nilai kualitas pembangunan dan kesejahteraan rakyat masih tertinggal.

“Saya selaku jendral lapangan solidaritas mahasiswa bone membawa 3 grand isu saat aksi di depan kantor gubernur sul-sel yaitu tentang pembangunan infrastrutur(jalan) sangatlah memperhatinkan seperti akse jalan di bone barat di kecematan tellu limpo e ada 4 desa yang berbatasan langsung 3 kabupaten yaitu Barru, Soppeng dan Pangkep,” tambah A. Iponk.

Lanjutnya, belum lagi jalan di Bone Selatan, khususnya di Kecematan Bontocani yang terdapat banyak sumber kekayaan alam untuk kemakmuran masyrakat Bontocani tapi akses jalannya sangat di keluhkan masyarakat.

Ditambah masih banyak jalan di kabupaten bone yang tidak tersentuh dengan kebijakan bupati seperti di Bone bagian utara Tellu Siattinge dan Dua Boccoe.

Tambah A. Iponk mengatakan, selain tentang infrastruktur jalan yang kami bawa ke kantor gubernur sul-sel masih ada 2 tuntuan yang sangat penting adalah mengenai masalah beasiswa untuk Mahasiswa Bone itu sampai hari ini tidak jelas perhatian dan pemberdayaan dari pemda Bone.

“Mungkin hanya kabupaten bone yang tidak ada beasiswa untuk mahasiswa bone yang kuliah di makassar dan di luar provensi. Tuntuntan kami selaku solidaritas mahasiswa bone selanjutnya yaitu mengenai fasilitas kesehatan yang ada di bone kurang memadai masih banyak masyarakat Bone yang tinggal di pelosok terkena dampak gizi buruk,” tegas aktivis ini.

Dikatakan, apalagi 2019 APBD provensi Sulsel di gelontorkan ke Kabupaten Bone senilai Rp. 264,67 Miliar yang di peruntukkan untuk bantuan keuangan Rp. 46,5 Miliar. Alokasi APBD prov. Bina marga Rp. 101,3 Miliar, Dinas SDA cipta karya Rp.45,3 Miliar, dinas kesehatan(Rs ragional Rp.71,6 M, sehingga Kabupaten bone mendapat bantuan terbesar dari urutan 3 di Sulawesi Selatan.

“Saya selaku mahasiwa bone tentu suatu keharusan dan kepastian untuk tetap berada du garis perjuangan mengawal anggaran ini agar Bupati Bone dan beserta SKPD betul-betul memanfaatkan anggaran dana ini untuk kesejahteraan rakyat,” cetusnya.

Selaku jendral pada aksi solidaritas Mahasiswa Bone menantang bupati agar secapatnya forum diskusi tentang transparansi anggaran untuk beasiswa dengan melibatkan seluruh mahasiswa bone terkhusus yang kuliah di Makassar dalam waktu dekat. (Rls)