Di Indonesia ada mafia pangan, khususnya sapi

oleh -170 views

IMG_20150816_002919Makassar– Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr Muhammad Syarkawi Rauf menduga ada mafia pangan, khususnya sapi, sehingga mengakibatkan harga daging di ibu kota mahal mencapai hingga Rp140.000/kg. Dugaan terjadinya kartel sapi itu, ditemukan Komosioner KPPU bersama tim Bareskrim Polri ketika melakukan inspeksi mendakak (Sidak) di rumah potong hewan (RPH) Tangerang beberapa waktu lalu yang hanya memotong 8 ekor dari yang seharusnya 30 ekor setiap hari, katanya. Dalam kondisi perekonomian yang memprihatinkan ini, ternyata kartel terjadi pada beberapa komoditi. Selain sapi, juga terjadi pada ayam potong, jagung, bawang merah dan kedelai, ujar Syarkawi yang baru satu bulan menjabat Ketua KPPU kepada Wartawan pada pertemuan Forum Jurnalis KPPU di Makassar, Jumat. KPPU kini menelusuri tiga issu strategis yang terjadi pada komoditi pokok yang telah merugikan masyarakat, akibat adanya mafia pangan. Berbagai temuan itu telah dilaporkan KPPU ke Bareskrim dan KPK untuk ditindak lanjut. Menurut Syarkawi, harga daging pada 2011 masih berada pada kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000/kg, kemudian pada 2013 naik menjadi Rp80.000/kg dan kini melonjak tajam mencapai Rp130.000 hingga Rp140.000/kg, sebagai akibat permainan pelaku bisnis serta kebijakan pemerintah. Pemerintah melakukan impor sapi untuk kebutuhan dalam negeri, karena populasi sapi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara hanya beberapa daerah yang memasok sapi ke ibu kota antara lain NTB dan Sulsel, namun biaya angkut jauh lebih mahal dibanding jika mengimpor dari Australia. Impor sapi pada 2013 sebanyak 750.000 ekor, kemudian pada 2014 sekitar 250.000 ekor dan pada 2015 tinggal 50.000 ekor. Editor ; Syarif/Andi a Effendy

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.