Di Makassar wilayah hukum Polsek Panakukang paling rawan

oleh -725 views

IMG_20150527_021609Indotimnews,com– Aksi kekerasan baik konvensional dan non konvensional mampu ditangani kepolisian sektor panakkukang secara maksimal dan dinilai suksek sejak kepemimpinan Kompol Tri Hambodo SIK.

Dalam kurung waktu 1 tahun 6 bulan kepemimpinan Kompol Tri Hambodo, mampu menyelesaikan kasus dari berbagai bentuk dan jenisnya sebanyak 7000 kasus. Terhitung sejak pertama kali masuk sebagai kapolsek pada November 2013 hingga dilantik menjadi Wakasatreskrim Polrestabes Makassar Mei 2015.

Kompol Tri Hambodo dihadapan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Fery Abraham bersama dengan para pejabat yang hadir dalam acara serah terimah jabatan mengatakan, sangat bersyukur ditempatkan di Polsek Panakkukang karena merupakan tantangan tersendiri menghadapi aksi kriminalitas baik konvensional dan non konvensional.

“Alhamdulillah berkat kerjasama seluruh anggota, dan tokoh-tokoh yang ada di kecamatan panakkukang khususnya perang penting jajaran polrestabes memberikan arahan, binaan sehingga saya mampu melewati dan menyelesaikan tugas selama di Polsek Panakkukang,” ucapnya.

Diakuinya, kasus yang paling menonjol sejak dirinya menjabat yakni aksi-aksi unjukrasa mahasiswa di titik-titik playover. Dismping itu, aksi kejahatan baik curanmor, curas,curat dan berbagai kejahatan lainnya juga menjadi tantangan tersendiri.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Kombes Polisi Fery Abraham mengatakan, wilayaPolsek Panakkukang merupakan wilayah yang paling rawan dan menempati posisi 1,2 dengan polsek rappocini. “Tingkat kejahatan paling tinggi hanya dua wilayah, rappocini dan polsek panakkukang, dan disini diharapkan memang kapolsek mampu memberikan perubahan dengan tantangan yang dihadapinya,” ucap Fery

Menurutnya, berbagai permasalahan sosial yang berkonstribusi dengan gangguan kantibmas Sehingga perlu dilakukan berbagai terobosan secara lansung dirasakan masyarakat. Gangguan kantibmas yang masih masih didominasi kejahantan konvensional dan adanya berbagai aksi unjuk rasa yang menuntut polisi mengambil langkah tepat untuk
pengangannya. Sehingga kata Fery, perlu adanya postur satuan yang kuat untuk mampu mengatasi berbagai masalah dengan cara bekerjasama seluruh stekholder di masyarakat.

Sementara Kapolsek Baru Panakkukang, Kompol Woro Susilo mengatakan siap mengatasi masalah yang terjadi di wilayah kecamatan panakkukang khususnya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Menurut Woro, wilayah panakkukang bukanlah wilayah yang baru ditanganinya sebab sejak 11 tahun lalu dia pernah mengatasi masyarakat panakkukang tepatnya pada tahun 2004. Dan sekarang kembali bersentuhan lansung dengan masyarakat panakkukang.

Kompol Woro Susilo sendiri menjabat di Polsek Tallo selama 2 tahun 3 bulan dan dinilai suksek dalam menerapkan sebuah program pendekatan kepada masyarakat. “Nanti program-program saya seperti di Tallo juga akan diterapkan disini, seperti kalau ada demo semua istri bayangkari turun lansung ke Play Over ditengah-tengah pengunjuk rasa supaya mereka melihat bahwa keseriusan membangun kedekatan itu benar-benar ada,” ujar Kompol Woro kemarin. (Ahmad)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.