Di Sultra, gubenur lepas prajurit penjaga perbatasan Timor Leste

oleh -226 views

images(6)Kendari– Sebanyak 350 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) Yonif 725 Woroagi Korem 143 Haluoleo Kendari bertugas mengamankan perbatasan RI – Republic Democratik Timor Leste (RDTL).

Prajurit itu dilepas oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, dalam sebuah upacara di pelabuhan Nusantara Kendari, Selasa (15/9/2015). Mereka akan bertugas selama 9 bulan.

Satgas Yonif 725 Woroagi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan kondisi yang kondusif di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

“Tugas pengamanan perbatasan ini selain untuk mempertahankan tegaknya kedaulatan wilayah NKRI dan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa juga memberikan rasa aman bagi masyarakat diwilayah perbatasan,” ujar Nur Alam saat membacakan amanah Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar.

Karena itu diingatkan kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam satgas Yonif 725 Woroagi tersebut agar selama melaksanakan tugas di daerah operasi untuk tetap berpedoman pada standar operasi prosedur (SOP) sehingga tidak salah dalam bertindak mengingat hal tersebut dapat menodai citra TNI dan juga akan berdampak pada prajurit itu sendiri.

“Tunjukkan bahwa kalian adalah tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional yang professional. Jangan ragu dalam bertindak apalagi sudah menyangkut masalah kedaulatan dan integritas negara dan bangsa Indonesia,” pesan Nur Alam.

Di tempat yang sama, Komandan Korem 143 Haluoleo Kendari Kolonel ZCI Rido Hermawan mengatakan, pengiriman satgas Yonif 725 Woroagi yang di tugaskan melaksanakan pengaman perbatasan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.

350 Pasukan TNI Angkatan Darat yang dilepas di pelabuhan Nusantara Kendari, berangkat menggunakan KRI Teluk Menado menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi perbatasan RI-Timor Leste.

sumber: Sultraterkini

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.