Dialog Study Club Mahasiswa Unisbo: “Perda Syariah, toleransi atau diskriminasi?”

oleh -329 views

IMG_20160623_235512Makassar– Menjelang libur semester Bosowa Toyal Kustice Society Study Club, Fakultas Hukum Universitas Bosowa (FH Unisbo) Makassar, menggelar acara diskusi publik, kamis (23/4/2016) sekitar pukul 16.30 wita.

Diskusi publik yang dilaksanakan di Aula warkop bundu itu mengambil tema “Perda syariah: toleransi atau diskriminasi” .

Ketua Panitia Alamsyah Rasach mengatakan, bahwa diskusi publik yang diadakan kali ini adalah Ajang silaturahmi dengan study club dan organisasi hukum yang tersebar di universitas yang ada dimakassar sehingga diskusi ini menjadi kegiatan yang bermanfaat di bulan nan suci ini.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut yaitu, Dr. Fadli A.Natsif, SH,MH (dosen fakultas hukum syariah UIN Alauddin Makassar) serta Zainul Alim, SH. (Praktisi Hukum).

Dalam diskusi itu, Dr.Fadli A.Natsif memaparkan, peraturan Daerah (Perda ) itu lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga setiap perda syariah seharusnya bukan menimbulkan masalah tetapi menjawab masalah.”

Sementara, Zainul Alim mengatakan, tidak ada istilah perda syariah, yang ada itu perda kabupaten/kota dan perda provinsi, dan tidak semua perda yang kita nilai sebagai perda syariah itu sifatnya diskriminatif. Kecuali, pelarangan menjual di siang hari pas ramadhan.

“Hal itu menurut saya tidak toleran,” tegasnya.

Ardiansyah Arsyad selaku ketua Umum mengungkapkan, bahwa fenomena atau sudut pandang Hukum yg terjadi dalam masyarakat masih menjadi bahan perdebatan mengenai kedudukan perda syariah, sesuai dengan Tema Toleransi atau Diskriminasi?

“Maka dari itu kita selaku mahasiswa hukum yg harus mampu memberikan pemahaman kepada masayarakat itu sendiri,” papar Ardiansyah.

Laporan: Uchu Mattawang

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.