Home / DAERAH / DidugaTidak Mau Mendukung Salah Satu Calon Bupati di Jeneponto, Pemuda ini Dikeroyok

DidugaTidak Mau Mendukung Salah Satu Calon Bupati di Jeneponto, Pemuda ini Dikeroyok

Jeneponto—Diduga Pendukung salah satu kandidat calon Bupati Jeneponto semakin bringas dan tidak bisa dikendalikan.

Selasa malam (01/5/18), di Kelurahan Tolo Kecamatan Kelera Kabupaten Jeneponto Sulsel, terjadi pengeroyokan
terhadap seorang Pemuda atas nama Rezky Saputra yang di duga telah dipukuli dan dikeroyok oleh saudara Syahril alias Ade bersama kawan-kawanya di depan rumah milik Ade.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada saat Rezky Saputra kembali berbelanja di toko dan tiba-tiba dicegat oleh saudara Ade yang meminta korban untuk mengantarkan dirinya kerumah pelaku.

Setibanya di rumah tersebut, pelaku memukuli korban bersama teman-teman dan keluarganya dan berteriak kau tidak mau mendukung BISA saya akan
bunuh kamu.

Sementara Pihak keluarga korban telah melakukan pelaporan pada hari Rabu, tetapi hingga saat ini pihak polsek kelara, belum melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara dan belum memanggil saudara Ade sebagai pihak terlapor.

Sedangkan di tempat terpisah Reski Saputra di keroyok, masih terbaring di Puskesmas Tolo, Jeneponto.

Ditemui di sekretariat nya, Ketua Umum Likma indonesia Asrul Arifuddin,SE mengatakan, sebagai keluarga korban pihaknya sangat menyangkan pengeroyokan tersebut.

“Setiap orang berhak memilih dan dipilih dan itu di lindungi undang-undang , maka cara-cara pemaksaan seperti ini tidak baik
untuk proses Demokrasi di Negeri ini maupun di kabupaten Jeneponto,” tegas Asrul.

Pihak keluarga korban meminta pihak penegak Hukum yaitu polsek Tolo untuk segera memanggil dan memintai keterangan terhadap pelaku pengeroyokan Syahril alias Ade.

“Kami juga meminta kepada pihak Tim pemengan Mukmin BISA agar mengklarifikasi kasus tersebut secepatnya kepada keluarga korban dan apa bila kasus ini tidak di tindak lanjuti , maka
saya sebagai keluarga akan melapor kepolda dan akan melakukan Aksi unjuk rasa (Demonstrasi),” kata Ketum Likma Indonesia. (*)

loading...