Dinas PU Makassar diminta periksa hasil kerja Proyek NUSP 2 di Borong. Dituai ketimpangan?

oleh -290 views

Indotimnews– Proyek NUSP 2 di Borong Menunai Masalah,  BKM Tidak Transfaransi Pengelolaan Dana,  LSM Minta Dinas PU turum melakukan Pemeriksaan.

Pekerjaan Penyelesaian Proyek NUSP 2 ( Neighborhood Upgrading and Shelter Project) dalam wilayah Kelurahan Borong di RW 01 dan RW 02 meninggalkan sejuta masalah diantaranya diduga banyak menimbulkan penyimpanan baik hasil fisik dan laporan administrasi atau LPJ nya.

hal ini disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara ( Lemkira) Sulsel.

Sekertaris Umum Lemkira , Muhammad Ahyar, kepada media ini, Minggu ( 29/01) mengakui, Masalah kualitas hasil proyek terutama disiklus satu diwilayah RW 01 sangat tidak memenuhi syarat dan banyak tidak sesuai bestek sejumlah cor beton penutup drainase sudah banyak yang retak dan juga pemasangan paving blok sudah merosot.

“Belum lagi adanya protes warga adanya drainase tidak digali langsung saja ditutupi cor beton  dan hal ini sesuai pemantauan dilapangan belum lama ini.,” ucap Ahyar.

Belum lagi, sejumlah warga menanyakan papan proyek untuk diproyek siklus dua di RW 2 sampai selesai pekerjaan proyek ini tidak pernah dipasang, dan warga hanya mau tahu berapa anggarannya,  jangan seakan-akan ditutup tutupi oleh BKM Madani Sejahtera Kelurahan Borong

Dan untuk masalah pertanggung jawaban administrasi proyek ini kabarnya di tengah warga, menimbulkan masalah dimana dari pihak KSM tidak mau tanda tangan karena alasannya pihak Koordinator BKM Kelurahan Borong tidak transparansi masalah pertanggung jawaban pembelian bahan dari pihak pemenang tender proyek seperti toko yang ditunjuk, dan juga masalah upah kerja tukang dan buruh juga tidak transparan.

Hebatnya, pihak KSM diduga kuat dipaksa bertanda tangan tanpa memperlihatkan berkas Administrasi yang lain.

” Masa kita disuruh tanda tangan tanpa ada yang diketahui masalah proyek ini, sama halnya kita beli kucing dalam karung,”  tegas Ketua KSM di RW 02, Aspa, dengan nada kecewa.

Menurut Aspa Semestinya Koordinator BKM terbuka jangan ada yang ditutupi ini kesannya tidak transfaransi lagi,  dan ini meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar harus turun melakukan pemeriksaan proyek NUSP 2 ini.

Diketahui, ini bukan Dana sedikit sampai Rp 1 Milyar didua Siklus dalam wilayah Dua RW di Kelurahan Borong.

Lemkira dan warga setempat minta juga BPK dan Bawasda Makassar bisa turun tangan mengaudit pengelolaan anggaran Dana ini kepada BKM Madani Sejahtera Keluran Borong Kecamatan Manggala.

Adapun masalah lain yang ditimbulkan diakhir proyek NUSP 2 dimana antara pengurus BKM Madani Sejahtera saling menutupi dan tidak terbuka satu sama yang lain,  seperti adanya kegiatan musyawarah dikelurahan Borong yang diadakan Jumat (28/01/2017) yang mengundang sejumlah warga di RW 1 dan RW 2,  undangannya terkesan ditutup tutupi dengan bukti Ketua RW 2 Kelurahan Borong tidak diundang hanya warganya saja itupun semuanya juga terkesan disembunyikan,  ini perlu dipertanyakan kepada Koordinator BKM Madani Sejahtera.

“Ada apa ini,  kenapa saya sebagai Ketua RW tidak diberikan undangan”  cetus Andi Ahmad dengan nada kecewa.

Salah satu Ketua RT 03 Syafri yang sangat menyesalkan tindakan Koordinator BKM,  kenapa  Ketua RW kami tidak diundang dan ini banyak permasalahan setelah proyek NUSP 2 selesai dikerjakan.

“Ini mau dilaporkan Pak RW kami,  apakah takut ditelanjangi di Musyawarah kelurahan itu,” kesal Syafri

Dan ada juga warga RW 02  yang bingung dengan adanya undangan di Kelurahan Borong karena tanpa sepengetahuan Ketua RW.

“Ini mustahil saya hadiri karena apapun yang kita ikuti semestinya Ketua RW harus ketahui supaya bisa dipertanggung jawabkan kalau ada apa-apanya nanti,” ucapnya.

Sementara itu media ini berusaha mengklarifikasi dan konfirmasi masalah ini kepada Koordinator BKM Kelurahan Borong Kec Manggala lewat kontak Telepon Selularnya tapi tidak aktif.

Editor: Zoel

loading...
loading...