Dinilai Tak Sesuai aturan, Warga Seppang Bulukumba Protes pengerjaan proyek drainase

oleh -196 views

Bulukumba– Puluhan Warga di dampingi sejumlah mahasiswa di Jl. Bodo, dusun mattirowalie, Desa.Seppang, Kecamatan. Ujung loe, Kabupaten. Bulukumba, Sulawesi Selatan melakukan Aksi Protes menyoroti proyek pengerjaan drainase yang di anggap tidak sesuai dengan aturan.”Senin, (2/7/18).

kegiatan aksi unjuk rasa di lokasi pembangunan proyek drainase tersebut di kawal langsung oleh satuan polres bulukumba dan polsek ujung loe serta babinsa juga turut di hadiri oleh Perangkat desa termasuk PLT kepala desa seppang (Samsu).

Warga meminta plt Kepala Desa Seppang untuk lebih memperhatikan jalan bodo tersebut karena selama ini warga merasa daerahnya terisolasi, di diskrimasi dari jalan jalan lainnya.

Aksi unjuk rasa yang di pimpin kamsuriadi alias Ancu mengatakan, puluhan tahun pemukiman jalan bodo tidak pernah merasakan pemerataan infrastruktur jalan, beberapa dekker saluran air yang ada pun tertutup (Tertimbun) jadi kalau hujan turun, air meluap ke bahu jalan membuat batu berhamburan hingga sebagian jalan miring tergerus air.

“Masyarakat Bersyukur mendapatkan Pengerjaan proyek drainase namun proyek tersebut layaknya proyek bodong. Pasalnya, dalam pengerjaan proyek  tidak terpasang papan bicara atau papan proyek, Belum Sebulan drainase tersebut pun ada yang retak dan juga meleleh bahkan ter angkat karena tidak memiliki galian (Cakar) pondasi,” jelasnya.

Sebelumnya, diketahui proyek pembangunan drainase tersebut bersumber dari dana aspirasi Sehingga mahasiswa melanjutkan aksinya ke kantor DPRD bulukumba, Sekitar 20 menit melakukan orasi bergantian mahasiswa tersebut di temui langsung oleh Fahidin HDK dan Usman Isdar dari Komisi D serta Lukman dari komisi B, di ruang aspirasi DPRD bulukumba.

Fahidin HDK berjanji, aspirasi masyarakat ini akan segera dia laporkan ke pimpinan DPRD dan segera turun untuk memantau bangunan.

Ia menuturkan, seharusnya setiap bangunan dilengkapi papan proyek, sebagai informasi awal masyarakat memantau jalannya pengerjaan.

“Kita juga tidak tahu anggarannya dari mana karena tidak ada informasi kita terimah, Insyaallah besok (Selasa,03 Juli 2018) saya akan turun untuk pantau,” ujar Fahidin.

Jika benar bangunan sudak rusak sebelum pengerjaan rampung, Fahidin akan meminta tim Provisianal hand over (PHO) atau Serah terima Pertama
untuk menunda pembayaran sebelum pengerjaan diperbaiki. (*)

loading...
loading...