Dinsos DKI Jakarta Bersama LAYAK Beri Pembekalan Pekerja Sosial Masyarakat

oleh -262 views

JAKARTA– Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta bersama Yayasan LAYAK (Pelayanan Anak dan Keluarga) memberikan pembekalan bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas (TKSPD) terkait penanganan Low Vision atau sejenis pengelihatan lemah pada anak, Kamis (30/1).

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial DKI Jakarta, Susy Dwi Harini dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menangani masalah low vision pada anak-anak, khususnya pada kategori penyandang disabilitas.

“PSM dan TKSPD diberikan informasi mengenai apa itu low vision, lalu bagaimana penanganannya. Penyelenggaraan kesejahteraan sosial tidak mutlak diberikan oleh pemerintah, tapi masyarakat juga diberikan ruang seluas-luasnya untuk berperan,” ungkap Rini.

Rini juga menilai perlu dilakukan koordinasi antar lembaga maupun organisasi sosial lainnya, baik tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Dengan begitu, dapat membantu penyandang sosial untuk menangani low vision di wilayah Jakarta.

“Besar harapan saya, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan serta kemauan PSM dan TKSPD sebagai relawan di masyarakat agar terus aktif berbuat untuk sesama. Sehingga kita pun menularkan virus kebaikan pada orang lain. Jadi tidak hanya berhenti pada kader yang saat ini dipanggil ke Dinsos saja, tapi diharapkan juga Bapak Ibu dapat menjadi virus kebaikan,” tambahnya Susy Dwi Harini, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial DKI Jakarta.

Perwakilan Yayasan Layak, Lucia Rusmiyati, mengatakan pihaknya siap mendorong program penanganan low vision di DKI Jakarta, yakni dengan melakukan pengembangan model layanan Low Vision yang komprehensif dan terintegrasi antara pelayanan kesehatan, pendidik dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara peningkatan kapasitas SDM tentang penanganan Low Vision di semua level, baik primer, sekunder, maupun tertiary, baik dengan dokter refraksionis, perawat kesehatan mata, guru maupun kader masyarakat,” terangnya Lucia Rusmiyati. (IS)

loading...
loading...