Home / Indotimnews / DIPA 2018 diserahkan: pelaksanaan anggaran berorientasi pada hasil, bukan prosedur

DIPA 2018 diserahkan: pelaksanaan anggaran berorientasi pada hasil, bukan prosedur

Indotimnews– Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 kepada jajaran menteri kabinet dan pimpinan daerah. Presiden meminta seluruh kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah secara bersama-sama menjaga dari mulai perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan anggaran.

“Tahun 2018, belanja negara mencapai 2220,7 triliun rupiah. Ini angka yg sangat besar. Oleh sebab itu, ini kita harus jaga bersama-sama, dari sisi perencanaan, penganggaran, maupun implementasi pelaksanaannya,” kata Presiden Jokowi pada acara Penyerahan DIPA 2018 dan Anugerah Dana Rakca Tahun 2017, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (06/12).

Presiden juga berharap pelaksanaan anggaran berorientasi pada hasil, bukan prosedur. “Segera sederhanakan proses administrasi,” ungkap Jokowi

Presiden menyerahkan DIPA kementerian/lembaga secara simbolis kepada Menteri Sosial, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Keuangan yang diterima oleh Wamen Keuangan, Menteri Pertahanan, Kepala POLRI, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum.

Hadir bersama 285 undangan lainnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, seluruh menteri kabinet kerja/lembaga, serta gubernur se Indonesia.

DIPA adalah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan. DIPA berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran negara dan pencairan dana atas beban APBN serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. DIPA memuat informasi tentang program, kegiatan, jenis belanja (akun), baik dana APBN, PNBP/BLU, hibah terikat/tidak terikat, serta dana lainnya. (Rusdi)

loading...