Disinyalir kuat Proyek rumah nelayan di Tanetea dan Birea Bantaeng dimarkup

oleh -316 views

IMG_20150815_124837Bantaeng– Peruntukkan untuk nelayan yang dibangun Kementrian Perumahan Rakyat (Menpera) beralokasi di Tanetea dan Birea Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng sebanyak 100 unit, sesuai dengan rancangan anggaran belanja (RAB) atau di sinyalir mark-up.

Gerakan Aktivitas Mahasiswa (GAM) menemukan adanya dugaan mark-up terhadap Proyek pembangunan rumah nelayan, salah satunya besi bangunan yang tidak sesuai dengan ukuran dan pondasi bangunan juga yang tidak sesuai standar (bestek)

Proyek pembangunan rumah nelayan  yang di kerjakan oleh pihak PT. Apro Megatama keluar dari petunjuk tehknis (juknis) serta tidak mencantumkan dominal anggaran dan sumber anggaran, termasuk tidak mencantumkan masa kerja di papan proyek.

Yuda Dewan senior (pembina) GAM menduga jika anggaran pembangunan rumah nelayan terindikasi dimark-up.

“Pasalnya besi bangunan yang di gunakan membangun rumah nelayan tidak sesuai ukuran yang di peruntukkan, parahnya lagi sumber anggaran, masa kerja proyek pembangunan rumah nelayan tidak dicantumkan di papan proyek,” ujarnya.

Kata Yudha, Ini sangat jelas menyalahi UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Transparansi publik, ditambah pelaksanaan pembangunannya keluar dari juknis maka sangat besar kemungkinan adanya indikasi mark up.

Senada dengan H. Abdul Rahman dg Tompo fraksi Partai PKS,  beberapa minggu lalu komisi B dan C meninjau langsung ke lapangan, terkait pembangunan rumah nelayan dan menduga pembangunan rumah tersebut untuk nelayan tidak sesuai dengan bestek.

“Sehinggah  dalam waktu dekat ini kami akan surati PT. Aqro Megatama agar dievaluasi kembali, jika tidak di indahkan maka kami akan bawah ke jalur hukum,” papar H. Abdul Rahman.

Terpisah dengan Anwar Stap PT. Agro Megatama mengatakan, untuk pembangunan rumah nelayan dipihak kami sudah menggunakan sesuai aturan.
(Andi/Eko)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.