Dosen FAI UMI: Mencegah Pernikahan di Bawa Umur, Demi Masa Depan Anak yang Lebih Baik

oleh -128 views

MAKASSAR– Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (FAI UMI), menggelar penyuluhan pencegahan pernikahan di bawa umur bagi anak demi meraih masa depan yang lebih baik, belum lama ini.  di Desa Padang Lampe, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep .

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan agenda tahunan yang rutin dikakukan oleh Dosen UMI melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia, dengan tujuan untuk memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Desa Padanglampe kecamatang Ma’rang kabupaten Pangkep merupakan salah satu Desa binaan UMI yang dipilih oleh tim pengabdi untuk melaksanakan program pengabdian pada tahun ini, dengan mitra siswa kelas X Madrasah Aliyah DDI Padanglampe.

Dosen yang tergabung dalam tim pengabdi dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMI Makassar terdiri dari Dr. H. Said Syaripuddin, Lc., M.HI (ketua), Dr. H. Ahmad Hakim, MA (anggota), dan Dr. Hj. Nurfaridah, MA (angggota).

Program pengabdian tahunan ini mengangkat tema “Penyuluhan Pencegahan Pernikahan di Bawah umur bagi Anak demi Meraih Masa Depan yang Lebih baik”. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh siswa-siswa yang tergabung di kelas X DDI Padanglampe yang berjumlah sekitar lima puluh orang.

Acara pembukaan penyuluhan oleh tim pengabdi dari Dosen FAI UMI di desa padanglampe itu dihadiri oleh pemerintah plt Desa Padanglampe Syahruddin dan beberapa guru Madrasah Aliyah DDI.

Plt desa Padanglampe berkesempatan membuka acara dan memberikan kata sambutan. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya, pemerintah Desa merespon secara positif kegiatan pengabdian ini. Sebab, kegiatan semacam ini akan memberikan pencerahan bagi masyarakat, khususnya siswa-siswa yang tergabung di kelas X Madrasah Aliyah DDI Padanglampe untuk lebih dewasa dan pandai dalam menentukan batas usia perkawinan mereka kelak, dan mengutamakan pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik, tuturnya. Sementara kepala Madrasah Aliyah DDI Padanglampe

Sudirman menyatakan, bahwa penyuluhan pencegahan pernikahan di bawah umur sangat tepat dilaksanakan, mengingat kasus-kasus pernikahan di bawah umur di Desa itu masih cukup tinggi, tuturnya.

Said Syaripuddin yang tampil sebagai pemateri pertama pada acara itu menyatakan bahwa usia yang matang dalam pernikahan bisa menjadi facktor penentu bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan dalam membina rumah tangga.

“Sebab, usia yang matang akan berpengaruh kepada kematangan berbagai aspek dalam kehidupan manusia, seperti kematangan pisik, psikis, agama, pendidikan, ekonomi, budaya, politik, dan lain-lain.
Kematangan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan manusia bisa menjadi factor utama bagi seseorang untuk meraih kesuksesan dalam menjalani kehidupan rumah tangga,” jelasnya.

Sebaliknya, ketidakmatangan aspek-aspek tersebut dalam kehidupan manusia bisa menjadi faktor utama bagi kegagalan manusia untuk meraih kesuksesan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

“Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari tentang pentingnya untuk memperhatikan usia kematangan untuk melansungkan pernikahan. Kasus-kasus tentang praktek pernikahan di bawah umur, ksususnya di daerah-daerah terpencil masih sering kita temukan. Alasnya bisa beragam, di antaranya: Karena desakan ekonomi, budaya, agama, bahkan ada karena desakan kedua orang tua,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata Said Syarifuddin, kasus “pernikahan terlarang” semacam ini perlu mendapatkan tanggapan yang serius dari semua pihak, khususnya dari civitas akademika Universitas Muslim Indonesia, dengan melakukan penyuluhan mengenai “Pencegahan Pernikahan di Bawah Umur bagi Anak Demi Meraih Masa Depan yang Lebih Baik”.

“Untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bahaya pernikahan di bawah umur anak, baik pada aspek pisik maupun padaaspek psikis,” lanjutnya.

Di penghujung materinya, Said Syaripuddin mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan penyuluhan yang akan berlansung selama tiga kali pertemuan ini adalah untuk memberikan penjelasan dan pencerahan yang benar kepada masyarakat, yaitu siswa-siswa yang tergabung di kelas X Madrasah Aliyah DDI Padanglampe tentang pentingnya memahami mempertimbangkan kedewassan usia untuk melansungkan pernikahan, dan pentingnyan mengutamakan pendidikan dalam kehidupan, demi meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara menurut Nurfaridah, yang tampil sebagai pemateri kedua menyatakan bahwa Pada dasarnya Islam tidak pernah menetapkan batas minimal usia bagi perempuan atau laki-laki untuk menikah, namun pelaksanaan pernikahan tersebut sangat terkait dengan tujuan dan hikmah perkawianan itu sendiri, yaitu untuk menjaga kesehatan suami-istri dan keturunannya.

Oleh karena itu, penafsiran tentang usia balig seorang calon suami-istri harus diperhitungkan sebagai syarat dan prinsip dasar perkawinan, hal ini dimaksudkan bahwa usia perkawinan menjadi bagian yang interen dengan tujuan perkawinan, yakni mewujudkan keluarga sakinah dalam rumah tangga. (*)

loading...
loading...