DPRD Makassar: Tangkap Penjual Terminal Cargo

oleh -582 views

Busrahnuddin-Baso-Tika-300x223-1-1Makassar– Penjualan diam-diam lahan terminal cargo yang merupakan aset Kota Makassar seluas 3 Ha oleh pengelola, Mustafa, ke seorang pengusaha ternama, Ayong mendapat kecaman keras dari fraksi partai Hanura DPRD Kota Makassar.

M. Yunus, Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Makassar ditemui dikantor DPRD Kota Makassar Rabu (24/9/2014) mengatakan, pelaku yang menjual aset tersebut harus ditangkap dan diproses hukum.

“Itu tidak boleh terjadi, pelaku harus diseret ke ranah hukum karena telah merugikan kota Makassar, “tegas Yunus.

Sebelumnya, kecaman keras juga dilontarkan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Makassar.

Busranuddin Baso Tika, Ketua fraksi PPP DPRD Kota Makassar mengatakan penjualan 3 Ha lahan terminal cargo yang berada di Kec. Tamalanrea Makassar‎ sama sekali tidak pernah dibahas di Dewan.

“Tak hanya itu, cek kosong senilai Rp 700 juta yang diberikan oleh pengelola terminal cargo kepada pemkot sebagai pembayaran deviden atas pengelolaan terminal cargo juga ada. Nah belakangan kabar kembali terdengar kalau 3 Ha lahan aset kita itu dijual diam-diam oleh pengelola ke Ayong, saya kira pengelola sudah keterlaluan merugikan kota Makassar, “ujarnya.

Ia berharap, mendekat ini setelah pembentukan alat kelengkapan dewan, akan memanggil kedua belah pihak untuk didengarkan klarifikasinya mengenai adanya penjualan diam-diam aset Kota Makassar yang namanya terminal cargo.

“Ini tidak akan kami diamkan, pengelola sudah sangat keterlaluan, “tegas Busranuddin mengulangi ucapannya.

Diketahui, kabar terjualnya 3 Ha lahan terminal cargo yang dilakukan diam-diam oleh pihak ketiga sebagai pengelola, Mustafa kepada pengusaha ternama Ayong ramai dikatakan oleh pengusaha setempat yang berada berdekatan dengan lahan terminal cargo.

Luas lahan terminal cargo yang tercatat dikelola itu seluas 18 Ha.(ER/RG)

Makassar– Penjualan diam-diam lahan terminal cargo yang merupakan aset Kota Makassar seluas 3 Ha oleh pengelola, Mustafa, ke seorang pengusaha ternama, Ayong mendapat kecaman keras dari fraksi partai Hanura DPRD Kota Makassar.

M. Yunus, Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Kota Makassar ditemui dikantor DPRD Kota Makassar Rabu (24/9/2014) mengatakan, pelaku yang menjual aset tersebut harus ditangkap dan diproses hukum.

“Itu tidak boleh terjadi, pelaku harus diseret ke ranah hukum karena telah merugikan kota Makassar, “tegas Yunus.

Sebelumnya, kecaman keras juga dilontarkan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Makassar.

Busranuddin Baso Tika, Ketua fraksi PPP DPRD Kota Makassar mengatakan penjualan 3 Ha lahan terminal cargo yang berada di Kec. Tamalanrea Makassar‎ sama sekali tidak pernah dibahas di Dewan.

“Tak hanya itu, cek kosong senilai Rp 700 juta yang diberikan oleh pengelola terminal cargo kepada pemkot sebagai pembayaran deviden atas pengelolaan terminal cargo juga ada. Nah belakangan kabar kembali terdengar kalau 3 Ha lahan aset kita itu dijual diam-diam oleh pengelola ke Ayong, saya kira pengelola sudah keterlaluan merugikan kota Makassar, “ujarnya.

Ia berharap, mendekat ini setelah pembentukan alat kelengkapan dewan, akan memanggil kedua belah pihak untuk didengarkan klarifikasinya mengenai adanya penjualan diam-diam aset Kota Makassar yang namanya terminal cargo.

“Ini tidak akan kami diamkan, pengelola sudah sangat keterlaluan, “tegas Busranuddin mengulangi ucapannya.

Diketahui, kabar terjualnya 3 Ha lahan terminal cargo yang dilakukan diam-diam oleh pihak ketiga sebagai pengelola, Mustafa kepada pengusaha ternama Ayong ramai dikatakan oleh pengusaha setempat yang berada berdekatan dengan lahan terminal cargo.

Luas lahan terminal cargo yang tercatat dikelola itu seluas 18 Ha.(Karebosipost)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.