DPRD NTT Nyatakan Tolak RUU Miras

oleh -110 views

images(2)Indotimnews.com– DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tegas menolak rencana pemerintah dan DPR RI untuk membahas rancangan Undang-undang (RUU) tentang minuman keras. “Kami dengan tegas menyatakan menolak RUU Miras yang akan dibahas DPR RI,” kata anggota DPRD NTT Viktor Lerik kepada media ini, Kamis, 16 April 2015.

Minuman keras di NTT, seperti minuman tradisional, menurut dia, berhubungan dengan budaya dan adat istiadat sehingga tidak serta mereka pemerintah dan DPR melarang penjualan dan konsumsi minuman keras. “Di NTT, minuman keras untuk hajatan dan kegiatan adat,” katanya.

Dia heran dengan rencana pemerintah dan DPR RI yang melarang orang mengkonsumsi dan mejual minuman keras. Jika alasannya hanya karena tingginya angka kriminalitas, maka dia mencontohkan, jual miras dengan jual parang. “Apakah pemerintah dan DPR juga akan melarang orang menjual parang dan pisau yang sering dipakai untuk melakukan kejahatan,” katanya.

Karena itu dia berharap pemerintah dan DPR melakukan kajian sebelum menetapkan RUU tersebut. “Jangan membandingkan di Jawa dengan di NTT. Pasti beda,” tegasnya.

Yanto, salah satu penjual miras mengaku menjual minuman keras tradisional untuk mendukung perekonomian keluarga. “Saya tidak punya kerja, sehingga saya hanya menjual moke,” katanya.

Yanto mengaku moke yang di jual didatangkan dari pulau Flores yang di jual kembali ke masyarakat di Kota Kupang dengan harga yang lebih tinggi. Moke tersebut dijual dalam kemasan botol plastik minuman kemasan. “Satu botol biasa di jual dengan harga Rp 40-50 ribu per botol, tergantung klasifikasi kelasnya,” kata Yanto. (ntterkini)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.