Home / HUKRIM / Dua Debt Kolektor di Gowa Penganiaya jurnalis dibekuk

Dua Debt Kolektor di Gowa Penganiaya jurnalis dibekuk

MAKASSAR– Menindak Lanjuti perintah Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga Tim Anti Bandi Polres Gowa berhasil mengamankan 7 Debt Collector yang menganiaya Wartawan kini dua Diantaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Polres Gowa,

Adapun tersangka yang telah resmi si tetapkan sebagai tersangka yakni, SDN alias Naja (31) dan RDT alias Tata (28). Keduanya merupakan warga Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Donna Briadi mengatakan kedua tersangka Debt Collector ini telah resmi kami tetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kelima rekannya yang lain dan pemeriksaan mengarah kepada kedua orang ini.

“Awalnya tujuh yang ditangkap tapi setelah didalami kedua orang ini yang telah melakukan penganiayaan terhadap seorang teman kita Wartawan,” ucap Donna saat
Confersi Pers di Mapolres Gowa, Selasa (3/4/2018).

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Donna menjelaskan berdasarkan pengakuan kedua tersangka, ia pun melakukan penganiayaan secara bersama-sama karena tidak terima dirinya diliput oleh Rh (korban) saat melakukan penarikan motor. Melihat hal itu, kedua tersangka langsung mendatangi korban dan memukulinya pada bagian kepala dan juga badannya.

Atas perbuatan kedua tersangka, lanjut Donna, mereka terpaksa menghabiskan waktunya bertahun-tahun di balik jeruji besi. Dan mereka di persangkakan dengan pasal 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5,6 tahun.

Kasat Reskrim Polres Gowa Iptu Donna Briadi.
menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Gowa bila terjadi penarikan atau perampasan dijalan oleh Debt Collector itu harus melalui prosedur dan selama admindtrasinya lengkap dari pembiyaan dia harus menerbitkan surat perintah atau surat kuasa kepada pihak ketiga yang untuk menarik dan itupun harus dilengkapi dengan surat fidusial, dan kalau ada Debt Collector merampas kendaraan ditengah jalan itu melanggar dan langsung saja masyarakat melapor kepolisi dan itu sama saja di anggap perampasan. Laporan Fandi

loading...