Dugaan korupsi Bupati Barru mulai diperadilankan dan dinilai beraroma kriminalisasi, ia kah?

oleh -133 views
Bupati Barru, H. Andi Idris Syukur
Bupati Barru, H. Andi Idris Syukur

Makassar– Buoati barru Andi Idris Syukur, yang akan menghadapi sidang perdana, Senin (28/3), masih terus dipergunjingkan. Bahkan banyak yang menilai dugaan korupsi yang disangkakan pada Bupati Barru ini beraroma kriminalisasi. ia kah?

Malah sejumlah pihakpun mengindkasikan, upaya penetapan tersangka bersamaan penetapan pencalonan dirinya di KPU Barru, bermuatan politis dan hanya ingin menjatuhkan pamor dirinya sebagai kandidat terkuat saat itu.

Nah, Kuasa hukum Bupati Barru, Ilyas Ismail seperti yang dilansir di rakyatku.com, mengumbar jika statys tersangka yang disandang terkesan dipaksakan dan menyatakan jika kasus ini tercium tindakan kriminalisasi,

“perkara mobil satu unit Pajero bekas, kenapa tiba-tiba di proses di Mabes Polri. Padahal SOP jika kasus seperti itu, cukup di Polres saja,” jelas Ilyas.

Sebelumnya dugaan korupsi hasil dratifikasi Bupati barru diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dan pemerasan. Dalam kasus itu, penyidik Bareskrim Mabes Polri telah menyita satu unit mobil Pajero Sport warna hitam dengan nomor plat DD 1727 dan Idris juga diduga kuat menerima gratifikasi atas pencairan dana pembangunan rumah toko dan pasar. Gratifikasi itu berupa satu mobil Toyota Alphard hitam dengan nomor polisi DD 61 AS.

sementara itu, aktivis penggiat anti korupsi berharap, agar proses penegakan hukum dilakukan seadil-adilny tanpa tekanan.

“Kita berharap biarkan peradilan korupsi yang menentukan apakah orang nomor wahid di Kabupaten barru ini bersalah atau tidak. Jika ada suara maupun komentar, itu wajar saja, yang jelas peradilannlah yang menjadi penentu,” jelas aktivis penggiat anti korupsi, Nsution Jarre, Sekertaris Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara republik Indonesia (Komnas Waspan RI) Sulsel.

Jadi menurutnya, keyakinan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa Idris Syukur tidak melakukan tudingan dugaan korupsi, semoga bisa dibuktikan di peradilan.

Editor: Zulkifli Malik

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.