Dugaan Penyelewengan Pengelolaan ADD Desa Mpuri Kabupaten Bima Disorot LSM

oleh -393 views

Indotimnews– Anggaran Dana Desa yang saat ini sedang berjalan tdisambut positif oleh desa se-kabupaten Bima. Namun, seiring dengan realisasinya dana desa tersebut, ternyata berdampak pada kebijakan yang tidak menguntungkan bagi desa-desa itu sendiri.

Gabungan Aktivis Lsm&Lbh Indonesia (GALLI) DPC Kabupaten Bima, mempertanyakan kebijakan Anggaran dana desa Mpuri kecamatan Madapangga kabupaten Bima,karena dinilai tidak transparan atau tidak ada keterbukaan di pemerintahan desa tersebut.

Jum’at siang, (13/01), Ketua Galli Dpc Kab.Bima,Evin Hidayat mendatangi rumah kepala desa Mpuri. Galli mempertanyakan beberapa point mengenai pengelolaan ADD yang tidak ada transparasi mulai dari pekerjaan Visik maupun pemberdayaan masyarakat yang dikeluhkan oleh Galli serta masyarakat.

Pasalnya, setiap pekerjaan pembangunan di desa Mpuri dirasa sangat tertutup dan tidak transparan kepada publik. Selain itu, dana desa sudah diserahkan langsung oleh pusat pada pemerintah desa/kepala desa (kades) untuk mengelolanya secara baik dan benar serta tepat sasaran yang diawasi langsung oleh masyarakat.

Menurut Ketua Gabungan Aktivis Lsm&Lbh Indonesia (Galli) Evin Hidayat.

Sebagian besar masyarakat desa mempertanyakannya, karena setiap pekerjaan yang dianggarkan dari ADD yang dikelola oleh Kepala Desa Mpuri Muh.Nor Arahman,Ba, tdak ada koordinasi dengan semua masyarakat cuma sebagian saja warga Mpuri yang dikoordinasikan dan tidak ada transparansi secara detail anggaran untuk pekerjaan serta banyaknya juga pekerjaan yang tidak sesuai dengan anggaran yang tercantum di Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Salah satu pekerjaan ialah pengerasan jalan tani di So Sonco Toa Desa Mpuri Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima yang tidak sama sekali tampak pengerasan karna tidak dilapisi tanah cuma di lapisi oleh batu kali,” papar Dayat.

Selain itu, pihaknya juga menduga adanya penyimpangan dan kongkalikong TPK des ( (Tim Pelaksana Kegiatan Desa)Mpuri Kecamatan Madapangga itu, dibuktikan dengan beberapa pekerjaan yang tanpa papan nama/proyek  serta tidak pernah melihat langsung pekerjaan visik yang dikelolah oleh Kades Mpuri.

Sementara itu,Kades Mpuri Muh.Nor Arahman,Ba Saat dikonfirmasi oleh Indotimnews dirumahnya membenarkan adanya pekerjaan pengerasan jalan tani di So Sonco Toa dari ADD tahun 2016.

Saat disinggung terkait penggunaan anggaran dana desa yang diduga tidak transparan, Arahman membantah dugaan Galli tersebut.

“Yang dipermasalahkan itu dari segi apanya pak, Karena kalau ada masalah di tahun 2015 dan 2016 menurut saya tidak ada masalah dan saya anggap sudah selesai semua begitupan tim yang melihat dan memeriksa sudah turun kok dilapangan untuk melihat pekerjaan yang selesai,” ucap Arahman.

Diakui, jika Galli itu ingin melaporkan kembali pada siapapun tentang pekerjaan ini, ia menerima dan mengaku akan saya layani,”Kades Mpuri ini.

Laporan:Israt Bima

loading...
loading...