Home / HUKRIM / Eks Danjen Kopassus Minta Kapolri Tindak Kapolres Kotabaru. Ini penyebabnya!

Eks Danjen Kopassus Minta Kapolri Tindak Kapolres Kotabaru. Ini penyebabnya!

PT MSAM Kembali Beraktivitas di Lahan Status Quo

JAKARTA – Direktur Utama PT Sebuku Tanjung Coal (STC) mengatakan status quo yang ditetapkan Polda Kalsel atas lahan yang dipersengketakan antara PT STC dengan Aji Muksin, hanya strategi kepolisian menggusur satu pihak.

“Kami menerima laporan, bahwa tadi malam (20/7) hingga hari ini, pihak PT MSAM kembali beraktivitas, memasukkan alat berat dan puluhan orang berjaga di areal itu. Ini menjukkan Polres Kotabaru berpihak dan menginjak-injak hukum,” kata Soenarko kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/7).

Padahal, imbuh dia, dengan dalih status quo itulah 130 karyawan PT STC diangkut ke Polres Kotabaru pada Kamis (19/7).

Kapolres Kotabaru serta perangkatnya memihak PT MSAM untuk merampas areal yang sudah dibebaskan PT Sebuku Grup.

“Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto dan perangkatnya sudah memihak. Tidak netral dan menjadi alat untuk merampas areal kami. Kapolri kami minta menindak tegas oknum ini. Meskipun Suhasto yang sudah empat tahun jadi Kapolres Kotabaru ini disebut-sebut memiliki kekerabatan dengan Wakapolri Komjen Syafrudin. Ini harus ditindak tegas, kalau polisi menjadi alat pihak PT MSAM merampas hak orang lain, mau jadi apa bangsa ini,” tegas mantan Danjen Kopassus ini.

Ditambahkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kotabaru. Namun, sebut Soenarko, Kasat Reskrim Polres Kotabaru AKP Surya Miftah tidak bisa menindak.

“Sudah kita laporkan tadi. Kita patuh hukum. Tapi aparatnya mengaku tidak bisa menindak,” tambahnya.

Seperti diketahui, PT Sebuku Grup yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus dirundung gangguan sehingga sampai kini terhambat untuk kegiatan operasi.

Pada Januari lalu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mencabut tiga izin usaha pertambangan operasi peruduksi (IUP OP) milik Sebuku Grup, yaitu PT Sebuku Tanjung Coal, PT Sebuku Sejaka Coal dan PT Sebuku Batubai Coal.

Setelah melalui proses hukum di PTUN Banjarmasin, majelis hakim menyatakan SK Gubernur Kalsel tersebut tidak berlaku. Pihak Gubernur Kalsel menyatakan banding.

Gubernur Kalsel H Sabirin Noor atau yang akrab dipanggil Paman Birin tersebut adalah paman dari pemilik PT MSAM, Andi Syamsudin Asyad atau H Isam.

Beberapa waktu terakhir, muncul klaim kepemilikan lahan oleh warga yang mengaku bekerja sama dengan PT MSAM dalam perkebunan sawit di areal IUP milik PT STC. PT MSAM sendiri belum memiliki izin perkebunan sawit sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.(***)

loading...