FAKAR Celebes: di HUT Enrekang ke-57, masyarakat masih keluhkan berbagai kebijakan pemerintah setempat

oleh -165 views

Indotimnews– “Selamat hari Jadi Kabupaten Enrekang (Massenrempulu) yang ke 57 Tahun”.

Ucapan selamat ini disampaikan Hendrianto Jufri, Ketua Forum Advokasi Rakyat (FAKAR) Celebes.

Namun, Hendrianto mengharapkan, pada peringatan hari jadi kali ini, pemerintah yang dipimpin Bupati Muslimin Bando wajib  mengutakan kepentingan rakyat ketimbang selalu mengklaim prastasi yang tak berdampak positif buat rakyat itu sendiri.

“Lebih tiga tahun menjabat dengan Slogan EMAS dan katanya fokus pada peningkatan Inprastruktur, Pendidikan dan Kesehatan. Ya, kesehatan kata, tapi kesehatan yang mana yang selama ini diklaim pemerintah bahwa masyarakat puas dengan layanan kesehatan hingga mencapai 80%. Sementara keluhan dan kesulitan banyak dirasakan warga,” ucap Ketua FAKAR Celebes dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Minggu (19/2/17).

Keluhan yang diapaparkan Hendrianto seperti, ketika hendak berobat di RSU.Maspul.

“Ini tentu bukan tanpa alasan, sebab ketersediaan Dokter yang tak memadai (Layanan), Ketersediaan Obat selalu saja tidak tersedia di Apotik rumah sakit, terlebih ketika harga obat yang mahal. Belum lagi pada gedung RSU yang selama tiga tahun dibiarkan terbengkalai oleh pemerintah (Gedung Ruang Bersalin),” tegasnya.

Sementara Fokus pada pendidikan yang dimaksud pemerintah sudah baik, toh pada kenyataan bahwa masih ada beberapa kasus prostitusi, miras hingga pembuangan janin yang melibatkan pelajar dimasa kepemimpinan bupati Muslimin Bando.

“Pada Infrastruktur jalan, jalan yang mana yang dimaksud pemerintah, toh kebanyakan objek wisata di daerah kita yang menjanjikan namun tidak pernah ada sentuhan pemerintah tuk segera membangun ataupun memperbaiki inprastruktur jalan seperti ketempat tujuan objek wisata tersebut,” lanjut Ketua FAKAR Celebes.

Demikian pembangunan terminal selama masa pemerintahan bupati,  dibiarkan terbengkalai, padahal bangunan tersebut berpotensi untuk menambah penghasilan daerah maupun masyarakat sekitar.

“Untuk itu, harapan kedepan agar Pemdah dalam mengambil kebijakan lebih mengutamakan rakyatlah ketimbang hanya sibuk klaim kosong belaka,” tuturnya.

Juga Pihak Yudikatif (Polres dan Kejari) agar lebih proaktif serta profesional dalam mengawasi kenerja Pemdah yang banyak terindikasi ada praktek korupsi dalam pelaksaannya.

Terlebih pada anggaran 2015 yang menjadi sejarah buruk kinerja Pemda Enrekang setelah mendapat tanggapan Disaimer  dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kiriman: Humas FAKAR Celebes

loading...
loading...