FAKAR Celebes kritisi Rehab RSUD Massenrempulu 2016 terbengkalai, tahun ini dapat lagi anggaran

oleh -240 views

Indotimnews– Buruknya layanan dan terbengkalainya gedung ruang bersalin Rumah Sakit Umum (RSU) Massenrempulu mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa Enrekang yang tergabung dalam Forum Advokasi Rakyat (FAKAR) Celebes.

Menurut Direktur FAKAR Celebes, Hadrianto Jufri dalam rilisnya yang diterima indotimnews.com, Minggu (21/1/17), RSU Massenrempulu merupakan satu-satunya rumah sakit yang ada di kabupaten Enrekang, namun banyak dikeluhan masyarakat terkait pelayanan, ketersediaan obat-obatan, air dan pasokan listrik.

“Selain itu, gedung ruang bersalin RSU Massenrempulu juga sudah menghabiskan uang negara (ABPD) senilai 1,6 M untuk pembenahannya namun belum juga selesai dan dibiarkan terbengkalai,” jelasnya.

Anehnya kata Hadrianto, gedung tersebut kembali akan mendapat anggaran di tahun 2017 ini.

“Ini tentu sangat kontradiktif dengan klaim yang selalu dibanggakan pemerintah bahwa masayarakat Enrekang puas dengan layanan kesehatan maupun kinerjanya dibidang infrastruktur,” tutur Direktur FAKAR.

Sebab setiap harinya ketika sang bupati hendak berkantor lewat di depan RSU, namun dia tidak pernah menanggapi keluhan warga maupun gedung yang terbengkalai itu.

Hendrianto menduga, ada yang tak beres  dalam pembenahan ruang bersalin tersebut, yang sudah berlangsung sejak tahun 2014. Akan tetapi tak satupun pihak RS yang mau menemui kami ketika kami ingin mengkonfirmasi bangunan tersebut.

“Saya melihat ada kejanggalan pada pembenahan ruang bersalin itu, apalagi persoalannya sudah sampai ke pihak DPRD, namun mereka juga tak ada solusi,” kata Mahasiswa pasca sarjana Hukum UMI ini.

Dia meminta kepada pihak berwenang untuk segera melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut, jangan biarkan kinerja Pemda dibawah Pimpinan Bupatu MB makin amburadul.

“Dimana itu Tagline ”EMAS”.?! Dimana yang pak bupati maksud bahwa Masyakat Puas dengan Kinerjanya?,” tanyanya$

“Kami meminta, pihak Kejaksaan dan Polres Enrekang segera menyelidiki kasus itu, karena potensi praktek korupsinya sangat besar, jangan hanya tinggal diam seperti yang terjadi selama ini” tutup Hendrianto Jufri.

Kiriman: Humas FAKAR Celebes

loading...
loading...