Home / Indotimnews / Fenomena pilkada Serentak Kolom Kosong tragedi politik dan tidak akan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas

Fenomena pilkada Serentak Kolom Kosong tragedi politik dan tidak akan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas

MAKASSAR– Maraknya calon bupati yang didiskualifikasi baik oleh KPU maupun oleh Panwaslu ningha putusan MA, tentunya mengakibatkan calon melawan kolom kosong.

Hal inipun dianggap bentuk politik yang tidak mencerdaskan, tidak kompetitif dan tidak akan melahirkan kepemimpinan yang berkualitas.

Hal tersebut dipapatkan Ardiansyah,S.Sos, Ardi sapaan akrab Ketua perhimpunan Pemuda Wawasan Nusantara, Sabtu (2/6^18).

Ia menyebutkan bahwa terjadinya kotak kosong adalah tragedi politik, bagaimana mungkin kita bisa menghadirkan kepemimpinan yg berkualitas jikalau yg ada hanya 1 calon melawan kolom kosong.

“Kepemimpinan yang berkualitas hanya bisa dihadirkan melalui politik yg sehat, cerdas dan mencerdaskan, begitupun dengan kualitas kepemimpinan hanya bisa hadir dengan adanya persaingan , tanpa persaingan adalah hal yang mustahil untuk menghadirkan kepemimpinan yang berkualitas,” tegasnya.

Ardi menyarankan agar kiranya dalam setiap momentum Pilkada agar tidak hanya satu calon melawan kota kosong , tetapi jikalau terjadi hal demikian maka perlu untuk ada mekanisme yang mengatur agar KPU bisa membuka kembali pendaftaran agar bisa menghadirkan calon lain.

“Karena semakin banyak calon yg bertarung sesungguhnya jauh lebih baik untuk menghadirkan pemimpin yang betul-betul berkualitas , soal mekanisme itu menjadi tugas DPR untuk merumuskan UU atau aturan mainnya, intinya jangan sampi terjadi satu calon melawan kolom kosong,” harapnya.

Ia juga me contohkan, misalkan Pilkada enrekang dan pilwalkot Makassar.

Laporan: Jupri

loading...