FGD Kawal Hasil Pilkada Serentak 2018 di Polman dan Mamasa

oleh -226 views

MAMUJU– Belum lama ini, di Ruang VIP Lounge Meeting, Lantai I d’Maleo Hotel, Jl. Yos Sudarso, Kabupaten Mamuju, Sulbar, dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) oleh LSM Jaringan Masyarakat Non Partisan (JARI Manis Sulbar).

Kegiatan ini bertem “Mengawal Hasil Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Polman danMamasa”.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ashari Rauf (Ketua LSM Jari Manis Sulbar), dengan pembicara utama yakni Muhammad Rustang Ras’ud (Ketua KPU Sulbar), serta dihadiri 15 orang, diantaranya Sulfan Sulo (Ketua Bawaslu Sulbar), Abdul Sukrino (Pengamat Politik/Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia), Mukhlis (Akademisi/Dosen Unika Mamuju), Rahmat (Staf Bidang Politik Kesbangpol Sulbar), Wawan (Aktifis HMI Manakarra), Sarman Sahuddin (Sekretaris PWI Sulbar), Mayor Inf. Andit (Pasi Korem 142 Tatag), anggota Intel Korem 142 Tatag dan wartawan.

Beberapa hal yang mengemuka pada pertemuan tersebut, sebagai berikut:
1. Ashari Rauf (Ketua LSM Jari Manis Provinsi Sulbar/Moderator) dalam pengantarnya menyampaikan, FGD ini bertujuan untuk membangun komunikasi semua pihak dalam rangka mengawal hasil Pilkada serentak 2018 yang berlangsung di Kab. Polman dan Mamasa. Pilkada di dua daerah tersebut dianggap perlu untuk didiskusikan sebagai upaya membangun komunikasi bersama dalam mengawal hasil Pilkada yang masih dalam proses.

2. Muhammad Rustang Ras’ud (Ketua KPU Sulbar) dalam kesempatannya selaku pembicara utama menyampaikan, Semua pihak diharapkan tetap mengawal proses rekapitulasi dan apapun hasilnya tidak memicu persoalan, sehingga semua harus menerima dengan baik dan lapang dada. Semoga Pilkada ini tetap berjalan sesuai harapan semua, dengan situasi yang kondusif dan damai serta KPU, Bawaslu, TNI dan Polri serta pihak lainnya pada hari pemungutan suara semua turun bersama ke dua kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada yakni Kab. Polman dan Mamasa, dan semua berjalan dengan baik dan kondusif.

3. Sulfan Sulo (Ketua Bawaslu Prov. Sulbar) menyampaikan, Pilkada di Kab. Polman dan Mamasa sejauh ini sudah berjalan sesuai tahapan. Bawaslu Prov. Sulbar telah meminta laporan kepada jajaran tingkat bawah guna memastikan ke masing-masing TPS terkait adanya pelanggaran prosedur, tetapi belum ada laporan yang masuk. Namun, yang menjadi catatan adalah di Kab. Mamasa, karena berdasarkan pantauan langsung masih ada TPS yang bersifat tidak transparan dan berlangsung tertutup. Karena pemungutan suaranya tertutup di sekolah, sehingga akses masyarakat untuk melihat proses pemungutan suara terlihat kurang transparan. Selanjutnya, terkait dengan money politic, hingga saat ini belum ditemukan di Kab. Polman, kemungkinan karena ada program patroli pengawasan oleh pengawas di tingkat TPS, desa dan kelurahan dan Panwascam serta KPU kabupaten yang berpatroli dalam masa minggu tenang. Patroli tersebut memberi efek psikologis bagi masyarakat untuk tidak melakukan money politic, apalagi di Kab. Polman pada saat Pilgub Sulbar 2017 ada masyarakat yang masuk penjara karena money politic. Sementara untuk Kab. Mamasa, ditemukan tiga kasus money politic yang sedang diproses di tingkat Panwas kabupaten melalui Gakkumdu. Ketiga kasus tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan melihat barang bukti yang ada. Hal tersebut dinilai penting agar dapat meminimalisir segala kemungkinan yang salah dan melanggar, dalam rangka melahirkan kualitas pemilu menjadi lebih baik.

4. Rakhmat Jr. (Perwakilan Badan Kesbangpol Sulbar) menyampaikan, Kesbangpol Sulbar sudah melakukan pemantauan perkembangan penyelenggaraan Pilkada Kab. Polman dan Mamasa, karena Kesbangpol juga mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pengawasan perkembangan politik di daerah.

5. Mayor Inf. Andit (Pasi Intel Korem 142 Tatag) mengapresiasi pelaksanaan Pilkada di dua kabupaten di Sulbar karena dapat berjalan dengan baik. Pilkada ini harus terus dikawal bersama untuk menghindari kecurangan, sehingga semua harus mengawal dengan baik agar tidak terjadi hal yang mungkin dapat merugikan pihak-pihak tertentu dalam Pilkada.

6. Sarman Sahuddin (Sekretaris PWI Sulbar) menyampaikan, Mengapresiasi pelaksanaan Pilkada di dua kabupaten di Sulbar karena stabilitas keamanan terjaga dengan baik, keberhasilan tersebut terjadi karena dikawal dengan baik oleh semua pihak. Oleh karena itu, hal tersebut harus dijaga secara terus-menerus agar keamanan demokrasi benar-benar dipertahankan secara bersama.

7. Muhammad Solihin (Direktur Sulbar Ekspres/Pengamat Media) menyampaikan, Sejauh ini, pelaksanaan Pilkada di dua kabupaten di Sulbar sangat aman dan kondusif atau sudah berjalan sesuai harapan. Karena semua pihak bersama, bukan hanya penyelenggara, aparat dan pengawas Pemilu, tetapi wartawan dan bahkan LSM juga sudah ikut berpartisipasi agar Pilkada dapat berjalan dengan baik dan aman.

8. Abdul Sukirno (Lesbumi/Aktivis Pemuda Sulbar) menyampaikan, Setiap demokrasi yang berlangsung di suatu daerah terkadang ada masalah, tetapi penyelenggara, pengawas termasuk TNI dan Polri yang independen, masyarakat yang sadar dan cerdas memilih, maka akan menghasilkan pesta demokrasi yang baik. Sementara itu, media massa juga ikut mengawal dan mengawasi, termasuk dari kalangan pemuda, sehingga penyelenggara dan pengawas Pemilu dapat bekerja sesuai aturan yang ada dan mekanisme yang ada.

9. Kesimpulan yang dapat diambil dari FGD tersebut, antara lain:
a. Pilkada di Kab. Mamasa dan Polman dinilai berjalan sangat kondusif, demokratis dan aman berkat peran semua pihak, mulai dari penyelenggara, pengawas Pemilu, TNI-Polri, Pemerintah dan pihak-pihak terkait.
b. Partisipasi Pemilu di dua kabupaten mencapai 70 persen lebih, sehingga dinilai partisipasi pemilih terbilang sukses.
c. Media sosial menjadi ajang kampanye hitam, baik sebelum atau pada masa tenang jelang Pilkada, sehingga perlu dikaji ke depan agar tidak terjadi lagi.
d. Masyarakat Sulbar diharapkan tetap menjaga kondusifitas sambil menunggu keputusan tetap dan sah dari hasil rekapitulasi suara di Pilkada Kab. Polman dan Mamasa yang dikeluarkan oleh KPU.
e. KPU dan Bawaslu diminta agar dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dalam menyambut momen Pemilu berikutnya.
f. Pengawasan pada Pemilu 2019 perlu diperketat, terutama di TPS saat pemungutan suara, agar tidak terjadi kecurangan.
g. Pembenahan data pemilih untuk Pemilu 2019 agar lebih dimaksimalkan, karena selama ini belum akurat.
h. Paslon yang kalah diharapkan siap menerima kekalahan dan menjaga kondusifitas daerah selama proses tahapan berjalan, dan bagi yang menang untuk tetap menahan diri menunggu keputusan resmi dari KPU.

Laporan; Ask/K Parangka

loading...
loading...