Formalk Minta Usir PT. Vale Dari Sultra

oleh -164 views

IMG_20150322_235224Indotimnews.com– Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Lintas kampus (Formalk) meminta pemerintah mencabut kontrak karya perusahaan tambang asal Brasil, PT Vale.

Ketua umum PB – FORMALK M.Awal menegaskan, selain mencabut KK PT Vale yang sudah beroperasi selama 46 tahun di Sulawesi Tenggara (Sultra) juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan setiap kegiatan operasinya dan keluar dari jazirah Sultra.

“Kehadiran PT Vale Indonesia di Sultra hingga kini belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Sultra. Bahkan selama 46 tahun tersebut masyarakat dan pemerintah setempat ibaratnya hanya dijadikan penjaga kebun milik perusahaan asing,” ujar M awal saat melalui rilisnya, minggu (22/3).

Menurutnya, sebelum berakhirnya masa kontrak karya pada 2008, PT Vale Indonesia telah berjanji akan mendirikan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih Nikel di Blok Pomalaa Sultra sebagaimana termuat dalam KK pasal 3 poin 1 huruf b pada modifikasi KK, dijelaskan bahwa perusahaan tersebut akan membangun smelter dengan kapasitas produksi mencapai 35-45 juta.

“Pon, salah satunya di Blok Pomalaa Sultra dan yang lainnya di Bahodopi yang masing-masing memerlukan investasi US$500.000.000,- dan smelter di Pomalaa Sultra akan mulai beroperasi menjelang 2005.

“Namun, kenyataan pahit masyarakat Sultra hanya dijadikan korban jelas M. Awal, terjadi pembohongan publik saja, belum puas dengan semua itu PT Vale kembali memperpanjang KK-nya hingga 2025 bahkan hingga 2045.

“Begitu banyak pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan PT Vale, baik terhadap KK, pelanggaran etika serta kejahatan hukum lainnya,” tuturnya. (*)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.