Home / DAERAH / Forum Lalu Lintas; Bahas kemacetan menjelang Ramdhan

Forum Lalu Lintas; Bahas kemacetan menjelang Ramdhan

MAKASSAR– Rapat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi dampak kemacetan di Kota Malassar menjelang Ramadhan dan menjelang lebaran 1439 H digelar di ruang rapat Dinas Perhubungan Kota Makasar, Jumat (11/5/18).

Rapat yang langsung di hadiri oleh Kepala BPTD wil XIX Sulselbar, Banny, sekaligus Narasumber menyambut baik langkah langkah forum lalu lintas dalam penanganan masalah lalu lintas di Kota Makassar.

“Model ini harus dipertahankan, masalah lalu lintas bukan tanggjnh jawab perhubungan dan polisi saja tapi lebih dari itu menjadi tanggung jawab semua stakeholder termasuk masyarakat yg memegang peran penting dalam terwujudnya keselamatan, keamanan, dan kenyamanan di jalan,” ujar Benny.

Layaknya kota besar lainnya, lanjut Benny, Makassar juga merupakan tumpuan semua masyarakat Sulawesi Selatan olehnya fenomena mudik juga terjadi di kota ini, walaupun tidak sedahsyat di Pulau Jawa.

“Di Makassar ini yang perlu diantisipasi adalah pada H-14 dan hari Jumat, Sabtu dan minggu selama Ramadhan, karena sebagian besar masyarakat di Sulsel dan sulbar akan masuk kota Makassar guna memenuhi kebutuhan lebaran, olehnya pintu masuk dari utara dan selatan serta ruas ruas jalan dalam kota sudah harus dipetakan dan dilakukan konsep manajemen dan rekayasa lalu lintas yang mamadai,” ujar Benny.

Beberapa tuas jalan yg menjadi perhatian antara lain simpang bandara, perintis kemerdekaan, Sultan alauddin, Urip Sumoharjo, Petttarani, Haji Bau Penghibut Pannakukakang, Nusantara atah Tol, areal Pasar Butung dan sekitar Tempat tempat ibadah tarawih,

Beberapa tempat parkir dan kehadiran pak ogah serta Buakaan juga menjadi perhatian penting dalam pertemuan tersebut.

Sementara, Wakasatlantas Kompol Alimuddin mengakui bahwa pada bulan Ramadhan pasti pergerakan lalu lintas khususnya menjelang buka puasa akan mengalami peningkatan, hadirnya pedagang kaki lima dan pasar tumpah akan berkontribusi hadirnya kemacetan.

“ ini tidak bisa dihindari, olehnya harus segera ditertibkan dan kalai dilakukan secara bersama sama tentu akan lebih baik dan akan berdampak luas apalagi dilakukan secara simultan dan massif,” terangnya.

Beberapa yang menjadi catatan penting adalah segera dibentuk tim tetpadu dam segera turun di pangan untuk identifikasi dan lakukan penanganan, termasuk bukaan bukaan yg berpotensi pada kemacetan.

“Aturannya Khan jelas bukaan jarak minimal 500 meter baru boleh ada bukaan jadi kalau ada jarak antara bukaan yang kurang dari 500 meter, yah kita tutup saja,” jelas Benny,.

“Di kantor saya banyak beton barrier, saya sisa tunggu perintah titik mana yg akan di tutup lanhsunh kita tutup yang langsung disambut tepuk tangan peserta rapat, “ katanya.

Terkait antisipasi arus mudik lebaran, beberapa stakeholder telah membuat Ren Oprasi.

Olehnya itu, Benny menyarankan untuk disatukan dan khusus Tetminal Regional agar dibuat Posko Siaga Terpadu untuk sekaligus menjadi tempat Ramp Check, pemeriksaan kesehatan dan perawatan kendaraan.

“Nanti akan kita tawarkan beberapa pihak swasta untuk ikut ambil bagian sehingga kedepan konsep seperti ini akan menjadi model dalam mengantisipasi arus menjelang Ramadhan dan menjelang labaran,” ujar Benny. (*)

loading...