FPB: Studio 33 Hotel Clarion Harus Ditertibkan

oleh -269 views

images(37)Indotimnews.com– Sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam Front Pemuda Bersatu (FPB), yang juga dikenal Korp Mahasiswa UMI, melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Clarion, Jalan A. Pettarani, Makassar, Selasa (3/2/2015).

Aksi yang dikoordinatori Rehan, menyikapi “Indikasi Clarion fasilitasi tempat pengguna serta transaksi Narkoba di kota Makassar”.

Aksi ini didasari penangkapan pemilik barang haram, Amiruddin Rahman alias Amir Aco Alias Ardi Dg,Nai Alias Yudi (38) bandar besar narkoba jaringan internasional yang ditangkap, bersama Syamsul dan dua rekan wanitanya yakni Mia di Studio 33.

Polisi ketika itu menyita 4.188 butir dan Sabu-Sabu seberat 1.221 gram dengan tak siran nilai Rp4 Milliar. Selain itu juga ditemukan alat isap ( bong ), uang tunai diduga hasil transaksi Rp8 Juta, Enam kartu ATM, satu buah Zippo, satu botol pewarna dan alat timbangan.

Aksi mahasiswa yang dilakukan dengan Orasi secara bergantian membacakan tuntutan bahwa hotel berbintang ini tempat pengguna serta transaksi narkoba di kota Makassar.

“Kami meminta kepada pihak pihak bersangkutan atas hal ini untuk diam dan lepas tanggung jawab, serta menerbitkan kembali Tampat Hiburan Malam (THM) yang selama ini telah melakukan banyak pelanggaran,” ucap Rehan.

Jelas menurut koordinator aksi ini, tujuannya agar hal yang demikian tidak akan terjadi lagi baik, di Hotel Clarion atau pun di tempat hiburan malam lainnya yang telah melanggar sesuai dgn Perda No: 5 tahun 2011.

“Kami juga meminta Dinas Parawisata harus menegakkan Perda NO: 5 thn 2011 tentang THM menutup tempat hiburan malam yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada,”lanjut Rehan.

Pemerintah menurut Rehan, harus tegas menyikapi THM yang tidak taat pada Perda NO: 5 tahun 2011 bahwa tempat karaoke atau THM tidak boleh menyediakan tempat untuk melakukan sesuatu tindakan kriminal dalam transaksi Narkoba,” cetus koordinator aksi ini. (Cilo)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.