GAM Duga Dirut RS. ST. Fatimah Berbohong

oleh -207 views

IMG_20150103_093701Makassar– Gerakan aktivis mahasiswa (GAM) yang melakukan pendampingan terhadap para pedagang yang bakal digussur di area Rumah Sakit (RS) St. Fatimah di Jalan Gunung Merapi, untuk kesekian kalinya mendatangi rumah sakit ini dan ingin menemui Direkturnya.

Kedatangan aktivis GAM hendak meminta penjelasan sang Direktur, Dr. Leo, sebagai pengambil kebijakan dan mempertanyakan Surat perjanjian sewa lahan antara pihak RS. Fatimah dengan pihak pedagang (Dg. Sugi).

Namun sayang, sang direktur untuk kesekian kalinya tak masuk kantor.

“Perjanjian yang ada kami Nilai cacat hukum, pasalnya Dg. Sugi tidak pernh merasa menandantangi surat perjanjian tersebut. Akan tetapi surat tersebut tiba-tiba muncuL dengan tanggaL ketetapan Tanggal 2 januari 2014. Inikan suatu kebohongan!,” ucap Ketua Departemen Investigasi dan Advokasi GAM, Rendra Anggodo, Sabtu (3/1/2015).

Dijelaskannya, di sisi lain Dg. Sugi memakai Lahan tersebut mulai bulan januari 2013. Jadi ada indikasi adanya pelanggaran pasal 1320 KUH Perdata, tentang syarat2 perjanjian.

“Anehnya Lagi surat perjanjian tersebut hanya dipegang pihak RS. Fatimah sedangkan di pihak pedagang tidak ada,kan seharusnya masing-masing pihak harus memegang surat tersebut,” tambah Rendra.

Sementara itu, Yudha Jaya, Dewan Senior GAM mengaku akan membawa masalah ini ke PTUN (pengadilan Tinggi tata usaha Negara) kerna sudah menyangkut masalah administrasi. Apalagi surat perjanjian tersebut tidak di bubuhi StempeL dari RS. Fatimah dan materai.

“Kami juga tetap akan melakukan pengawalan Lewat Unjuk rasa (demonstrasi) di kantor gubernur, DPRD provensi dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel sebgai instansi terkait,” cetus Yudha jaya. (Zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.