Gara-gara benang layangan, si bocah ditebas parang

oleh -142 views

images(4)Indotimnews.com– Kisruh antara anggota senat rektor terpilih Prof Dr. Andi Faisal Bakti MA dengan lembaga universitas semakin tak terbendung pasca dijadwalkannya pemilihan rektor ulang Jumat (15/5) mendatang.

Diketahui, Prof Faisal sebelumnya dinobatkan menjadi rektor terpilih pada pemilihan rektor beberapa bulan lalu. Namun karena dikabarkan Prof Faisal tidak memenuhi dua unsur persyaratan sehingga batal dilantik. Dengan demikian, pemilihan rektor ulang pun terpaksa dilakukan.

Imbasnya, Prof Faisal yang merasa dirugikan dengan hal tersebut dengan keras mengajukan gugatan ke Kementian Agama Pusat untuk di proses dan berharap dilantik sebagai rektor terpilih UIN Alauddin Makassar.

“Prof faisal belum dilantik karena sesuai surat dari menteri adalah tidak korum dan tidak mengikuti statuta baru yakni PMA nomor 20 tahun 2014, Ada dua alasan sehingga tidak dilantik, Terkait gugatan Prof Faisal selaku anggota rektor kita kembalikan ke kementrian agama dan saya tidak bisa menjawab karena ini adalah kewenangan dari kementrian agama pusat,” ucap Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan UIN Alauddin, Drs Hajja Nuraini Gani kepada media saat ditemui di gedung Rektorat.

Nuraini menuturkan, jadwal pemilihan rektor ulang yang terselenggara pada15 mei mendatang awalnya akan membahas tatatertib pemilihan setelah itu lansung pemilihan rektor. “Sesuai SK rektor UIN alauddin yang kemarin ditandatangani sebanyak 56 orang anggota sebat Universitas. Jadi muda-mudahan pemilihan rektor sukses dan kita mengiginkan ada rektor terpilih definitif dan kita jugsa harap siapapun orangnya yang terpilih menjadi rektor itu yang akan dilantik,” tuturnya.

Disisi lain, Pejabat Sementara (PJS) terpilih yang dinilai melanggar peraturan Menteri Agama enggan ditanggapi Nuraini. menurutnya, Jabatan PJS diatur lansung oleh kementrian agama yang mengeluarkan SK dan yang berhak berkomentar adalah pihak Kemenag pusat. “Yang atur semuanya adalah kementrian agama jadi bukan kita. Sk nya semua dari kementrian termasuk pemilihan rektor,” tandas Nuraini

Lanjutnya, terkait mahasiswa yang akan memboikot pemilihan rektor ulang karena tidak terima kebijakan lembaga senat, akan berimbas pada penundaan pemilihan ulang,
“Saya sudah menyampaikan kepada mahasiswa bahwa ketika memboikot pemilihan rektor nanti itu bisa akan tertunda dan dampaknya sama lembaga jadi jika diingingkan rektor definitif maka harus disukseskan pemilihan rektor 15 mei,” tegasnya.

Sementara itu, pemilihan dan penetapan Rektor Uiniversitas Islam Indonesia (UIN) Alauddin Makassar terus bergejolak dan menjadi problema ditengah dilematisnya mahasiswa dibawah pimpinan universitas.

Tidak terselesaikannya permasalahan penetapan rektor UIN pasca pemilihan beberapa bulan yang lalu terus dikritik sejumlah mahasiswa UIN Alauddin sendiri.

kesekian kalinya, puluhan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar tergabung dalam Laskar Alauddin turun lapangan melakukan aksi unjukrasa menuntut dan menolak dilakukannya pemilihan rektor ulang, Selasa (12/5) siang.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh Agung selaku mahasiswa Fakultas Sainstek UIN di depan Kantor Rektorat UIN Alauddin, Jalan Samata Kabupaten Gowa juga menuntut Boikot Pemilihan Rektor Ulang. Selain itu, puluhan mahasiswa ini menuntut agar dicabut Mandat PGS yang dinilai Ilegal serta mengesahkan dan melantik secepatnya rektor defenitif terpilih.

Penunjukan Prof.Dr .H. Ahmad Thib Raya sebagai PGS Rektor UIN Alauddin Makassar dianggap melanggar peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2014 tentang pengangkatan dan pemberhentian Rektor / Ketua pada perguruan tinggi keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah sesuai yang termaktub dalam pasal 11 ayat 1 dan 2 .

” Keberadaan PGS Rektor itu sudah melanggar peraturan Kementrian Agama , diadakannya Pemelihan ulang juga dinilai suatu hal yang sangat dipaksakan yang juga diduga adanya interpensi dari lembaga-lembaga yang tidak mau menerima kemenangan rektor terpilih ” , Pungkas Agung . (tejo)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.