Gara-gara menegur, pria di Samarinda dihujani tikaman

oleh -148 views

imagesIndotimnews.com– Teguran pada seseorang tak selamnya ditanggapi dengan baik. Contohnya adalah David Lau (26), warga Jalan Sultan Sulaiman, RT 11, Sambutan, yang juga juru parkir (jukir) di Pasar Sungai Dama Jalan Jelawat. Ia harus dilarikan ke rumah sakit Senin (4/5) lalu, akibat ditikam Maulana, penjaga malam di kawasan tersebut.

Entah karena kasar dalam cara menegur atau Maulana saat itu tengah ada masalah, yang jelas David harus mendapat tiga tikaman di bagian leher dan punggungnya. Beruntung tikaman senjata tajam (sajam) jenis badik tersebut, tak sampai mencabut nyawa Maulana. Saat kejadian, Maulana sedang duduk di salah satu motor pedagang pasar.

Mulanya David tak merasa jika Maulana yang melukainya dari belakang itu menikamnya. Namun setelah David menyentuh dan memasukkan jarinya ke lubang tikaman di belakang lehernya, barulah jukir yang baru tujuh bulan mengatur parkir di pasar itu tahu.

“Saya cuma merasa seperti dipukul, tapi waktu saya membalikan badan saya lihat dia (Maulana, Red) memegang badik yang ada darahnya. Jadi saya periksa ternyata saya ditikam,” ucap David, sembari menunjukkan batas luka tusuk yang diukurnya dengan jari manisnya.

Luka tikam itu membuat David kaget. Namun ia sempat lari ke dalam pasar, lantaran seorang rekan Maulana yang tak diketahui identitasnya mencoba menghajar David yang terluka.

“Waktu saya lari ke dalam pasar, ipar Maulana mengejar saja dengan balok. Saya lari ke Gang 12 (Jalan Otto Iskandardinata, Red) yang tembus lewat belakang pasar. Sudah di situ saya baru minta tolong warga,” terang David.

Meski berlumuran darah akibat ditikam, namun David bersyukur nyawanya masih bisa diselamatkan warga yang langsung membawanya ke RS Islam.
“Setelah itu saya tidak sadar lagi. Makanya baru hari ini (9/5) saya bikin laporan resminya,” ujar David.

David mengakui, sebelumnya dirinya dan Maulana tak pernah punya masalah.
“Kecuali Jumat (1/5) sebelum kejadian, dia datang dan memarkirkan motornya miring. Saya cuma tegur supaya posisinya diperbaiki, jadi tak menyulitkan motor lain parkir,” ucap David

Teguran itulah yang diyakini David menjadi biang masalah, sehingga dirinya ditikam dan sempat tak sadarkan diri.

“Saya yakin itu masalahnya, karena sebelumnya saya tak punya masalah dengan dia,” tutur David.

Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Suryono menuturkan, kasus penikaman itu sebelumnya sudah diketahui polisi.

“Namun untuk pelakunya (Maulana, Red) masih dalam pengejaran,” kata Suryono.

Mengenai pemicu penikaman, sementara Suryono masih menyimpulkan akibat salah paham.

“Keterangan pemicu penikaman karena masalah teguran, itu datang dari pengakuan korban. Yang jelas kami masih memburu pelakunya, untuk memastikan apa motif utama di balik kasus ini,” tandasnya

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.