Gerpak Minta Usut Dugaan Korupsi Bupati Barru

oleh -226 views

images(440)” APBD Dijadikan Ajang Untuk Memperkaya Diri ”

Indotimnews.com– Sejumlah penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Barru, diduga bararoma korupsi yang hanya mementingkan petinggi daerah tersebut. Karena itu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, diminta melakukan pengusutan.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Anti Korupsi (DPD Gerpak) Sulsel, Andi Rudi Fathir, Minggu (18/1/2015).

Penggiat anti korupsi ini mengatakan, pengusutan kasus tersebut perlu dilakukan karena Bupati Barru setiap tahun diduga melakukan korupsi  anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk memerkaya diri sendiri.

“Dugaan korupsi yang dimaksud misalnya tamasya beberapa mantan anggota DPRD Barru bersama beberapa kepala SKPD bersama Bupati Barru ke Negeri Cina. Menurut informasi yg kami peroleh dana jalan-jalan ini diperoleh dari investor yang akan berinvestasi, khususnya masalah Semen,” ucap Andi Rudi..

Gerpak menduga, pesiran ke Negeri Cina ini adalah tanda jadi untuk kerjasama Bupati dan Investor tahun 2015. Yang perlu diketahui juga, kata Rudi, anggaran jalan-jalan ke cina ini ternyata memakai anggaran APBD.

“Jadi dugaan kami dana untuk ke Cina yang diberikan oleh investor ini masuk ke kantong pribadi Bupati Barru,” cetusnya.

Lanjut Ketua Gerpak menguraikan dugaan korupsi dengan sumber anggaran sebagai berikut

– Dana Bansos tahun 2013 sebanyak 300 juta yang diduga salah peruntukannya.

– DAK (Dana alokasi Khusus) Diknas pendidikan Tahun 2012 dilibatkan Mantan Kadis Andi amrullah Patotori,,yang merugikan negara 3p. 1,6 Milyar.

-Dana Jamkesda dan di ganti nama BPJS yang di potong melibatkan kadis dr.Haryanda Dinas kesehatan .

– Bantuan Peralatan Medis Rumah Sakit umum daerah melibatkan Dirut RSD dr.Lukman yang merugikan negara ratusam juta.

– DAU (Dana Alokasi Umum) Tahun 2013 merugikan Negara Rp.423 milyar. Proyek Reboisasi 500 H yang di Mark-up sampai 300 H di kecamatan pujananting
– Pengadaan Bisnis Buku yang di perjual belikan oleh Bupati Kab.Barru di setiap Sekolah SD sampai SMP

Andi Rudi menambahkan, juga terdapat temuan LHP BPK tahun 2011, yakni adanya Saldo Dana Bergulir tahun 2012 Sebesar Rp. Rp.987.846.000 yang tidak dapat diyakini kewajarannya di 5 SKPD.

Penyertaan Modal dan Piutang Pada Perusahaan Daerah Setia Karya yang diindikasikan merugikan keuangan daerah dengan rincian sebesar Rp.700 juta merupakan suntikan dana tunai yang digunakan oleh PD setia karya untuk membeli Hand Tractor yang hingga saat ini tidak dapat ditelusuri lagi keberadaannya.

Dan yang terakhir adalanya Belanja Hiba tahun 2012 Rp. 134.600.000 tidak sesuai dengan ketentuan dan Bansos tahun 2012 Sebesar Rp.672.092.500 yang berindikasi merugikan keuangan
Karena itu, Andi Rudi mendesak Kejati Sulsel segera melakukan pengusutan, agar kerugian negara akibat perbuatan yang disangkakan terhadap Bupati Barru, tidak terus berlanjut.

“Sudah semestinya pengusutan kasus ini menjadi tantangan bagi Kejati untuk menunjukkan reputasi dan integritasnya sebagai pejabat adi kuasa terhadap pemberantasan korupsi di negeri ini,” pungkas Andi Rudi. (Win/zul)

loading...
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.